Breaking News:

Minggu Siang, Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran

"Jarak luncur sekitar 1000 meter ke arah barat daya. Angin saat itu bertiup ke timur," terang Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja / Tangkapan layar Twitter BPPTKG Yogyakarta
Gunung Merapi luncurkan awan panas guguran pada Minggu (4/4/2021) siang 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi terpantau mengeluarkan  awan panas guguran pada pukul 10.53 WIB, Minggu (4/4/2021) siang.

Fenomena itu tercatat di seismogram Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta   dengan amplitudo 25 mm dan durasi 86 detik. 

"Jarak luncur sekitar 1000 meter ke arah barat daya. Angin saat itu bertiup ke timur," terang Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida.

Hanik melanjutkan, selama enam jam periode pengamatan, tepatnya pukul 06.00-12.00 WIB, gunung setinggi 2.968 mdpl tersebut juga tercatat mengeluarkan empat kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 700 meter ke arah barat daya.

Sedangkan amatan visual lain menunjukkan gunung tampak jelas meski diselimuti kabut 0-I, hingga kabut 0-III. 

"Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 m di atas puncak kawah," terangnya.

Baca juga: Hingga Minggu Pagi Ini, Gunung Merapi Keluarkan Tujuh Kali Guguran Lava Pijar Selama 6 Jam Terakhir

Baca juga: BPPTKG: Awan Panas Guguran Gunung Merapi Akibatkan Hujan Abu Tipis di Beberapa Daerah

Selama enam jam, cuaca di seputaran Gunung Merapi terpantau cerah dan berawan. 

Angin bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udara 24-28 °C, kelembaban udara 74-88 %, dan tekanan udara 758-916 mmHg.

Menimbang hasil pengamatan itu maka status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga sejak 5 November 2021 lalu.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved