Breaking News:

Hingga Minggu Pagi Ini, Gunung Merapi Keluarkan Tujuh Kali Guguran Lava Pijar Selama 6 Jam Terakhir

BPPTKG Yogyakarta menyampaikan Gunung Merapi mengeluarkan tujuh kali guguran lava pijar selama enam jam terakhir, Minggu (4/4/2021)

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
Dokumentasi BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi, 3 April 2021 pukul 3.17 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 116 detik. Jarak luncur ±1.300 m ke arah barat daya. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut Gunung Merapi mengeluarkan tujuh kali guguran lava pijar selama enam jam terakhir.

Hal itu merupakan hasil pengamatan BPPTKG sepanjang periode pukul 00.00-06.00 WIB, Minggu (4/4/2021).

"Jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya dan satu kali jarak luncur 300 m ke arah tenggara," terang Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida.

Hasil amatan visual lain menunjukkan gunung tampak jelas meski diselimuti kabut 0-I hingga 0-III. 

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi, Dalam Kurun Waktu 12 Jam Luncurkan 2 Kali Awan Panas Guguran

Baca juga: Kepala BNPB Instruksikan Upaya Mitigasi Bencana, Pemkab Magelang Ikuti Arahan BPPTKG

Namun asap kawah dari gunung setinggi 2968 mdpl tersebut tidak teramati.

Sedangkan cuaca di sekitar puncak Merapi berada pada kondisi berawan. 

"Angin bertiup kencang ke arah timur. Suhu udara 14-20 °C, kelembaban udara 66-73 %, dan tekanan udara 834-916 mmHg," paparnya.

Menimbang hasil pengamatan itu maka status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga.

Baca juga: Update Gunung Merapi Pagi Ini Sabtu 3 April 2021, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 1.300 Meter

Baca juga: BPPTKG: Awan Panas Guguran Gunung Merapi Akibatkan Hujan Abu Tipis di Beberapa Daerah

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved