Breaking News:

Jawa

Seratusan Ayam di Klaten Mati Mendadak, Begini Penjelasan DPKPP

Sebanyak 103 ayam di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dilaporkan mati mendadak sejak beberapa waktu terakhir.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Kepala DPKPP Klaten, Widiyanti saat ditemui di Komplek Pergudangan Bulog di Desa Banaran, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Senin (29/3/2021) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 103 ayam di Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dilaporkan mati mendadak sejak beberapa waktu terakhir.

Seratusan ayam tersebut dilaporkan mati oleh peternak secara bertahap sejak, Minggu (4/3/2021) lalu.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten, Widiyanti mengatakan, jika pihaknya telah turun ke lapangan untuk menelusuri penyebab kematian seratusan ayam secara mendadak tersebut.

"Kematian ayam di Desa Tlingsing kecamatan Cawas disebabkan karena penyakit Tetelo atau biasa disebut New Castle Disease (ND)," ujarnya saat hubungi Tribunjogja.com, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: Masuki Masa Panen Raya, Beras di Klaten Aman sampai Oktober 2021

Ia pun merinci, jumlah 103 ayam yang mati mendadak itu tersebar di 5 peternak yang ada di desa tersebut.

Menemui fakta itu, lanjut Widiyanti, pihaknya langsung melaksanakan disinfektasi kepada kandang ayam yang ada di desa itu untuk mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali.

"Petugas sudah melaksanakan disinfektasi di peternak setempat, pemberian vitamin dan edukasi peternak," lanjutnya.

Ia pun mengatakan, penyakit Tetelo atau New Castle Disease (ND) itu bukanlah yang pertama kali terjadi di tingkat peternak ayam di Klaten.

Baca juga: Kebakaran di Dukuh Bendo Kalikotes Klaten, Satu Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah

Sebab, sebelumnya juga pernah ditemukan penyakit serupa di tingkat peternak unggas.

"Tapi itu dulu, sudah lama, pernah ada juga," imbuhnya.

Widiyanti pun mengimbau, agar peternak ayam di desa itu dan di Klaten secara umumnya untuk selalu membersihkan kandang ayam dan lingkungannya agar tidak mudah diserang oleh virus itu.

"Himbauan peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan lingkungannya. Kemudian pemberian vitamin secara berkala kepada ayam-ayamnya," tandasnya.  ( Tribunjogja.com

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved