Breaking News:

Per 1 April 2021 KRL Yogyakarta-Solo Ubah Jam Operasional Perjalanan

KAI Commuter sebagai operator KRL Yogya - Solo melakukan penyesuaian layanan operasional perjalanan KRL pada 1-30 April 2021

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Penampakan KRL Jogja-Solo di stasiun Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM Yogyakarta --- KAI Commuter sebagai operator KRL Yogya - Solo melakukan penyesuaian layanan operasional perjalanan KRL pada 1-30 April 2021. Penyesuaian jadwal keberangkatan KRL ini khusus pada jadwal KRL tambahan yang selama ini memang rutin dioperasikan KAI Commuter.

Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya – Solo
Kereta Rel Listrik (KRL) Yogya – Solo (Istimewa)

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan, penyesuaian berupa pergeseran waktu untuk satu jadwal kereta tambahan relasi Yogyakarta – Solo Balapan.

"Adapun penyesuaian jadwal keberangkatan KRL yaitu pada jadwal perjalanan KRL tambahan No. D6/10108 relasi Yogyakarta – Solo Balapan,"jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com, pada Rabu (30/01/2021).

Di mana, jadwal sebelumnya berangkat dari Yogyakarta pukul 17.10 WIB kemudian mulai per 1 April 2021, jam keberangkatannya bergeser menjadi pukul 17.18 dari Stasiun Yogyakarta dan tiba di Stasiun Solo Balapan pukul 18.26 WIB.

Tak hanya itu, nomor keretanya pun berunah menjadi KRL No. D6/10354 relasi Yogyakarta – Solo Balapan.

"Pergeseran waktu satu perjalanan KRL tambahan ini sehubungan adanya penyesuaian juga pada jadwal pemberangkatan KA-KA jarak jauh di Stasiun Yogyakarta," ujarnya.

Meskipun ada penyesuaian ini jadwal keberangkatan ini, KAI Commuter setiap harinya tetap mengoperasikan 22 perjalanan KRL per hari di lintas Yogyakarta – Solo Balapan PP.

Jumlah perjalanan tersebut dilayani dengan tiga rangkaian KRL, dimana dua dari tiga rangkaian tersebut telah menggunakan rangkaian yang terdiri dari delapan kereta.

Khusus pada akhir pekan, termasuk akhir pekan panjang pada 2 - 4 April 2021 mendatang, KAI Commuter akan menambah dua jadwal KRL tambahan.

Sehingga pada akhir pekan ada 24 perjalanan KRL di Yogyakarta - Solo yang siap melayani para pengguna.

KAI Commuter berharap tambahan jadwal tersebut bisa dimanfaatkan oleh para pengguna untuk merencanakan perjalanannya sehingga tidak terpusat pada jam-jam yang padat di akhir pekan.

Dalam kondisi pandemi ini KAI Commuter tetap berkomitmen untuk menjalankan KRL dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan pengguna KRL.

Pahami dan ikuti aturan terkait protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Untuk memaksimalkan upaya jaga jarak, KAI Commuter tetap membatasi kapasitas pengguna yaitu 74 orang per kereta dengan melakukan antrean penyekatan di stasiun bila kondisi padat.

Masa Depan Stasiun Tugu

Stasiun Tugu Yogyakarta
Stasiun Tugu Yogyakarta (Tribun Jogja)

PT Kereta Api Indonesai (KAI) berupaya untuk melakukan penataan dan pengembangan Stasiun Tugu di DI Yogyakarta.

Untuk merealisasikannya, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo telah bertemu dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Selasa (9/3/2021) untuk membahas rencana pembangunan.

"Saya ditimbali (diundang) Ngarso Dalem dalam rangka membicarakan rencana pengembangan Stasiun Tugu. Ini sudah digagas cukup lama dan rencana ini semoga bisa segera tereksekusi," ucapnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan.

Didiek mengatakan, Sri Sultan telah menyetujui rencana pembangunan yang diajukan PT KAI. Raja Keraton Yogyakarta itu juga meminta agar proses pembangunannya dapat dipercepat.

"Sehingga diharapkan pembangunan pengembangan Stasiun Tugu ini bisa terselesaikan sebelum Desember 2023," jelasnya.

Pengembangan Stasiun Tugu mengusung konsep ekosistem transportasi.

Sehingga stasiun akan terintegrasi dengan moda transportasi jenis lainnya.

Seperti bus dan Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line berbasis Autonomous Rail Rapid Transit (ART) atau dikenal dengan kereta tanpa rel.

Namun, khusus ART hingga saat ini PT KAI masih melakukan kajian terkait realisasi moda transportasi tersebut di DIY.

"Sehingga para penumpang KA jarak jauh bisa langsung mendapatkan moda transportasi lain begitu sampai di Stasiun Tugu. Ada kesinambungan dalam membangun sistem transportasi ini," jelasnya.

Selain itu, Stasiun Tugu juga bakal terintegrasi dengan kereta bandara untuk menunjang akses transportasi ke Yogyakarta International Airport (YIA).

"Jadi KA bandara diharapkan beroperasi bulan juni 2021. Sekarang kan ada jalur dari Kedundang ke airport (YIA) sedang difinalisasi," paparnya.

Didiek melanjutkan, dalam pengembangannya, arsitektur Stasiun Tugu bakal tetap memperhatikan kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat.

Hal itu dilakukan mengingat Stasiun Tugu juga berada di dalam sumbu filosofis.

"Itu jadi suatu keharusan sehingga stasiun tetap ada di bumi Yogyakarta bermanfaat sebesar besarnya bagi masyarakat Yogya," jelasnya.

"Karena di Yogya ada sumbu filosofis ya, itu kita perhatikan. Jadi semua yang menyangkut kebudayaan tata kehidupan," tambahnya.

Disinggung besaran anggaran yang dibutuhkan, Didiek belum bisa memberikan informasi. Pasalnya, PT KAI belum melakukan penghitungan. ( Tribunjogja.com |Ndg | Tro )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved