Breaking News:

Menilik Kampung Pandai Besi di Pedukuhan Kajar Gunungkidul, Coba Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Rumah di Pedukuhan Kajar III, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul ini menjadi pusat produksi pembuatan alat-alat pertanian dari besi.

TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Penempaan besi milik Bambang (39), warga Pedukuhan Kajar III, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul. Wilayah ini terkenal sebagai Kampung Pandai Besi. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dentangan berirama terdengar di halaman belakang rumah keluarga Bambang Heru Setyo (39).

Rumah di Pedukuhan Kajar III, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul ini menjadi pusat produksi pembuatan alat-alat pertanian dari besi.

Adapun ruang produksi dibagi menjadi beberapa bagian, mulai dari penempaan hingga pengelasan besi.

Hasil jadinya ditampilkan di Toko Pande Besi Marmin, yang berada di seberang rumah tersebut.

Bambang mengungkapkan Marmin merupakan nama ayahnya, yang meneruskan usaha turun-temurun.

Ia sendiri merupakan generasi keempat yang melakukan usaha serupa.

"Sekitar 2013 saya meneruskan usaha Bapak, setelah pulang dari perantauan," kata sulung dari dua bersaudara ini.

Baca juga: Kisah Pilu Gadis Muda di Pekalongan, Dihamili Oknum Kades, Dipukuli hingga Diancam akan Disantet

Baca juga: Kisah Kakek 74 Tahun yang Telah Makamkan Ratusan Jenazah Covid-19, Tapi Belum Dapat Jatah Divaksin

Menurut Bambang, dulunya ada begitu banyak pandai besi di Dusun Kajar.

Hal itulah yang menyebabkan wilayah ini terkenal sebagai Kampung Pandai Besi, dan sudah tersohor hingga berbagai daerah.

Menurut kisahnya, zaman dahulu ada orang Kajar yang menimba ilmu penempaan besi di Bayat, Klaten.

Halaman
123
Penulis: Alexander Aprita
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved