Breaking News:

Inilah Ciri-ciri dan Cara Mengatasi Toxic Friend yang Bisa Menganggu Hidup Kita

Toxic friend adalah istilah yang mengacu pada teman yang tidak mendukung dan memberikan kontribusi positif untuk hidup kita.

Editor: Rina Eviana
www.sayidaty.net
Ilustrasi Toxic Friend 

Tribunjogja.com - Pernah mendengar istilah toxic people atau toxic friend? Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, toxic artinya racun, tapi dapat diartikan juga sebagai orang yang memberi kita pengaruh negatif.

Dalam kehidupan ini, pasti kita akan menemukan toxic people dan toxic friend dan hal ini sangat menggangu kita.

Kalau dekat dengan orang seperti ini, biasanya kita akan merasa selalu kesal dan enggak nyaman.

Namun, ada beberapa orang yang enggak menyadari kalau teman, kenalan, atau bahkan saudaranya termasuk dalam kategori orang yang toxic.

Padahal, orang seperti ini harus kamu hindari, lo. Hal ini karena mereka cuma akan merugikan dan enggak memberi manfaat.

Ciri-ciri toxic friend yang perlu dihindari

Banyak banyak rezeki. Pepatah ini memang tepat sekali untuk zaman sekarang. Melalui teman, kita bisa mendapatkan berbagai informasi soal pekerjaan, keuangan, peluang usaha, kesehatan, dan banyak lagi.

Tetapi, pepatah ini langsung gugur jika teman yang kamu miliki termasuk dalam kategori toxic friend.

Toxic friend adalah istilah yang mengacu pada teman yang tidak mendukung dan memberikan kontribusi positif untuk hidup kita.

Mereka selalu membawa efek negatif dalam kehidupan. Mereka sering membuat kita stres dan makan hati, seolah menjadi racun yang merusak kebahagiaan dan kesehatan mental.

seperti ini harus dihindari karena tidak bermanfaat. Jika kamu memiliki toxic friend, segera menjauh dari mereka. Namun, sebelum menjauhkan diri dari mereka, tentu kamu perlu mengetahui ciri-ciri dari toxic friend.

Dalam berteman kita harus punya strategi. Jangan asal pilih. Alih-alih mendapatkan teman seperjuangan, kamu malah mendapatkan teman yang membawa kesusahan. Berikut ciri-ciri dari toxic friend.

Memprioritaskan dirinya

Mendukung dan berada di sisi teman saat sedang kesusahan adalah hal yang patut dilakukan, tetapi tidak berarti kita harus selalu memprioritaskan teman setiap saat!

Toxic friend biasanya akan menyuruh kita untuk segera meninggalkan apa yang sedang kita lakukan dan segera membantunya.

Baca juga: 13 Ciri Hubungan yang Tak Sehat alias Toxic Relationship : Apakah Bisa Diselamatkan?

Hanya memanfaatkan kita

Sering hanya muncul saat sedang butuh? Ini adalah salah satu ciri dari toxic friend yang umum.

Toxic friend hanya menemani atau bahkan mengunjungi ketika ia sedang membutuhkan bantuan, setelahnya, ia akan meninggalkan dan tidak mempedulikan kita.

Memunculkan drama

Toxic friend akan membuat kita merasa kesulitan untuk berada di dekatnya, kadangkala ia akan bersikap dingin atau hangat dengan tujuan tertentu.

Kita akan susah untuk memprediksi suasana hatinya dan perlu berhati-hati dalam berbicara dan bertindak dengannya.

Toxic friend juga bisa memunculkan drama antara kita dengan orang-orang sekitar, terutama dengan teman-teman lain yang bisa membantu kita menjadi lebih baik.

Selalu bersikap negatif

Toxic friend kerap kali akan bersikap negatif dan merasa tidak puas dengan segala hal yang kita lakukan dan merasa bahwa kehidupan yang ia jalani penuh dengan ketidakadilan.

Bahkan, ia dapat memproyeksikan sikap negatifnya ke kita dengan mengkritik dan tidak pernah memuji.

Hanya membicarakan dirinya

Toxic friend hanya akan membicarakan mengenai diri, keluh kesah, dan pencapaiannya. Ia tidak akan mendengarkan kesulitan yang kamu alami ataupun menghargai pencapaianmu.

Bersikap baik di hadapan orang lain

Toxic friend memberikan perlakuan yang berbeda antara kamu dan teman lainnya. Ia tidak akan banyak berbicara atau hanya bersikap baik dengan kamu saat bersama dengan teman-teman lainnya.

Baca juga: 10 Tips Mengendalikan Kemarahan, Bisa Membuat Hidup Lebih Tenang

Kita yang selalu harus menjangkau

Apakah kamu yang harus selalu berbicara, menelepon, atau mengirimkan pesan kepada temanmu? Toxic friend tidak akan pernah menanyakan kabar terlebih dahulu dan hanya muncul di saat tertentu saja.

Memanipulasi dan mengkritik 

Toxic friend akan selalu memberikan kritikan negatif ataupun sarkasme terhadap penampilan maupun perbuatan kita. Ia berusaha memanipulasi kita agar mengikuti saran dan kemauannya.

Menyuruh berubah

Bukannya menerima atau menegur ketika salah, toxic friend malah menyuruh kita untuk mengubah diri sesuai dengan keinginannya.

Ia tidak akan mau mengubah dirinya meskipun ia memiliki perilaku buruk atau melakukan sesuatu yang salah.

Menggosipi orang lain

Hati-hati dengan teman yang senang bergosip karena selain merupakan indikasi dari toxic friend, teman yang senang menggunjingi orang lain berpotensi untuk membicarakan kita tanpa sepengetahuan.

Membuat kita berkompetisi dengan teman lain

Toxic friend kerap kali membandingkan kamu dengan teman atau sahabat lainnya. Secara tidak langsung, kamua akan merasa perlu untuk berkompetisi dengan orang lain dalam merebut perhatiannya.

Suka menuduh orang lain

Meskipun salah, ia malah menyalahkan orang lain selain dirinya dan bahkan sering kali kamu!

Membuat kita terjebak dalam masalah

Memiliki teman yang suka petualangan dan hal-hal yang mendebarkan tidaklah salah, tetapi kamu harus menyadari bahwa teman yang malah menjerumuskan ke dalam hal-hal yang buruk adalah toxic friend

Membuatmu merasa stres atau sakit secara fisik

Kamu mulai merasa lelah secara fisik dan mental. Rasa stres dan cemas mulai muncul saat bersama dirinya dan kamu akan merasa lebih rentan sakit atau mengalami nyeri di tubuh karena stres berlebih.

Jika temanmu memiliki beberapa ciri di atas, dan berteman dengannya malah membuat kamu menjadi bertambah buruk, maka bisa jadi teman itu termasuk toxic friend.

Bagaimana cara mengatasi toxic friend?

Langkah paling utama adalah mengeluarkan teman seperti ini dari hidup kita. Berikan jarak dengan teman yang beracun ini secara emosional. Hindari membicarakan hal-hal pribadi dengannya. Kamu juga tidak perlu terlibat di dalam kehidupannya.

Kamu bisa menyibukkan diri dengan hal lain untuk membuat alasan yang membuat tidak bisa bertemu dengannya. Perlahan-lahan tapi pasti, jauhkan dirimu dari toxic friend.

Bersosialisasi dan beraktivitaslah dengan teman lain yang bisa membangun dan memberikan dampak positif untuk hidupmu. Tangani stres dengan berbicara bersama teman lainnya, meditasi, yoga, dan sebagainya.

Bila kamu mengalami kesulitan untuk mengatasi atau melepaskan diri dari teman seperti ini, jangan malu untuk berkonsultasi dengan psikiater, psikolog, atau konselor.(Grid/Kompas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved