Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Dinkes Kulon Progo Targetkan Vaksinasi bagi Guru Sebelum Pembelajaran Tatap Muka Dimulai 

Dinkes Kulon Progo menargetkan vaksinasi bagi tenaga pendidik di wilayahnya selesai sebelum Juli mendatang.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo menargetkan vaksinasi bagi tenaga pendidik di wilayahnya selesai sebelum pembelajaran tatap muka digelar yakni pada Juli 2021 mendatang. 

"Semoga sebelum pembelajaran tatap muka digelar pada Juli 2021, vaksinasi untuk guru sudah selesai. Kami hanya terkendala vaksin yang tersedia," ucap, Sri Budi Utami, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulon Progo, Selasa (30/3/2021). 

Dikarenakan hingga saat ini, ketersediaan vaksin yang ada di gudang farmasi Dinkes Kulon Progo sejumlah 10.000 dosis. 

Seluruh dosis tersebut digunakan untuk menyelesaikan vaksinasi bagi pelayanan publik, pemuka agama dan lansia. 

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Kaji Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Termasuk Ketersediaan Sarpras

Selanjutnya, vaksinasi baru dilakukan bagi tenaga pendidik di Kulon Progo

Adapun jumlah tenaga pendidik yang telah terdata sebanyak 6.000 sasaran. 

Budi melanjutkan, nantinya vaksinasi guru dimulai dari jenjang paling bawah yakni PAUD. 

Dikarenakan pada jenjang tersebut, siswa belum bisa menerapkan pembelajaran secara daring. 

Sejauh ini, Dinkes Kulon Progo juga belum menerima laporan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang serius. 

Terlebih pada saat puasa, vaksinasi tetap dilakukan setelah MUI menyatakan halal dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyampaikan tidak ada kontra indikasi. 

Baca juga: Setahun Covid-19, Pembelajaran Daring di Kulon Progo Masih Terkendala Minimnya Fasilitas Internet

Dengan demikian, ia mengimbau kepada masyarakat yang menjalani vaksinasi saat puasa untuk menjaga pola tidur dan makan secara teratur. 

"Jadi mereka tidak boleh begadang setelah sahur. Selain itu menjaga pola makan saat sahur dan buka puasa," katanya. 

Sebelumnya, Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan sekolah yang sudah siap terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) maupun penyediaan sarana dan prasarana (sarpras)-nya bisa dilakukan uji coba pembelajaran tatap muka terlebih dulu. 

"Jadi dari uji coba itu, kita evaluasi apakah terjadi penambahan kasus atau tidak. Kalau ada penambahan kasus kita sesuaikan lagi," ungkapnya. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved