Breaking News:

Yogyakarta

Kejati DI Yogyakarta Dalami Dugaan Pencucian Uang Kasus Kredit Fiktif Bank Jogja

Kejati DIY masih mendalami dugaan adanya tindak pidana pencucian uang dengan modus pengajuan kredit fiktif di Bank Jogja.

dok.istimewa
ilustrasi penipuan CPNS 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih terus mendalami kasus kredit fiktif Bank Jogja dengan PT Indonusa Telemedia (Transvision) cabang Yogyakarta.

Sejak dinaikkan ke status penyidikan pada Jumat (19/3/2021) yang lalu, Kejati DIY telah menetapkan dua tersangka yakni KVA sebagai mantan kepala cabang PT Transvision Cabang Yogyakarta dan FEF selaku mantan bendahara perusahaan tersebut.

Saat ini pihak Kejati DIY masih mendalami dugaan adanya tindak pidana pencucian uang dengan modus pengajuan kredit fiktif di Bank Jogja.

"Kami terus bekerja, dan terkait dugaan tindak pidana pencucian uang, tentu hal itu akan kami dalami," katanya, kepada Tribunjogja.com, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Kejati DIY Sita Dokumen Untuk Penyidikan Kredit Fiktif Bank Jogja

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada penambahan tersangka baru atas kasus kredit fiktif yang menelan kerugian mencapai Rp27,4 miliar itu.

Pihaknya masih terus mendalami pengetahuan 168 debitur yang sebelumnya dikabarkan akan dimintai keterangan seiring dengan proses pengungkapan kasus tersebut.

"Itu masih terus berjalan. Penyidik masih terus bekerja. Belum ada perkembangan terbaru," tegas Fatin.

Ditanya terkait adanya kasus serupa yang menimpa pada bank perkreditan rakyat (BPR) atau Bank milik daerah yang sejenis dengan Bank Jogja, Fatin menegaskan proses pengumpulan data-data awal sedang dilakukan.

"Belum bisa kami sampaikan, karena baru dimulai pengumpulan data-data," jelasnya.

Sementara itu, aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba berharap pihak Kejati DIY segera melakukan penyelidikan terhadap Bank pelat merah lainnya di DIY sebagai tindak lanjut kasus serupa diinstansi lain.

Baca juga: Dua Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank Jogja Mendekam di Lapas II A Yogyakarta

Karena informasi yang ia dapat, saat ini sudah ada enam bank pelat merah yang dicurigai bakal terjerat kasus serupa seperti halnya Bank Jogja.

"Diduga ada enam bank tersandung kasus yang sama. Nilainya juga puluhan miliar," kata Kamba, kepada Tribunjogja.com.

Ia menekankan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY supaya terbuka dan turut mengawal kasus dugaan pemberian kredit fiktif tersebut.

"Jangan ada hal yang ditutupi. Hal ini penting agar terjaga kondusifitas pelayanan perbankan di DIY," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved