Breaking News:

Proyek Stadion Mini di Lapangan Karang Kota Yogyakarta Bakal Dilelangkan Mulai April 2021

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan proyek stadion mini di Lapangan Karang, yang berlokasi di Prenggan, Kotagede

Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Lapangan Karang, Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan proyek stadion mini di Lapangan Karang, yang berlokasi di Prenggan, Kotagede tetap bergulir.

Hanya saja, kemungkinan proses pembangunan baru dilaksanakan selepas Idulfitri, atau kisaran Juni mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Hari Setyawacana menyampaikan, sejauh ini pihaknya masih mempersiapkan dokumen-dokumen untuk lelangnya.

Baca juga: Pasca Ledakan Bom di Depan Gereja Katedral Makassar, Polda DIY Imbau Masyarakat Tenang

Ia mematok target, memasuki triwulan kedua, lelang bisa bergulir.

"Bulan April (lelangnya) ya, jadi dimulainya setelah lebaran. Proses ini kalau pas, atau sebelum lebaran, kan itu kelihatan sedikit nanggung," ucapnya, Minggu (28/3/2021).

Hari menandaskan, proyek ini pada dasarnya lebih bersifat penataan saja.

Oleh sebab itu, warga setempat yang sehari-harinya beraktivitas di sana, tak perlu khawatir kehilangan akses ruang publik.

Apalagi, fungsi serta peruntukannya tidak berubah, tetap menjadi sarana olahraga.

"Intinya kita lakukan penataan. Tapi, dari sisi fungsi itu tidak berubah. Jadi, tetap dimanfaatkan untuk fasilitas olahraga. Disana kan ada kuliner juga, ya, nanti kita tata. Selama ini bisa masuk lapangan, besok ditata," cetusnya.

Namun, karena mengusung konsep stadion mini, maka beberapa fasilitas pendukung bakal dibangun di atas lahan Lapangan Karang.

Mulai dari tribun di sisi barat, kamar mandi, ruang ganti, tempat parkir dan lain sebagainya. Ukuran lapangan, lanjutnya, juga disesuaikan.

Baca juga: Buat Kunjungan Wisatawan Lebih Merata, Pemkab Magelang Siapkan Paket Wisata

"Standar lapangan mengacu pada standar nasional, tetapi yang minimal. Kemudian rumput juga diganti yang bagus, didukung drainase yang mumpuni," terangnya.

"Kalau pagar pembatas, memang tetap ada pagar, tapi itu transparan, bisa diakses dari segala penjuru. Masyarakat umum juga bisa mengaksesnya," imbuh Hari.

Walau begitu, terkait siapa yang nanti didapuk sebagai pemakai tetap stadion mini dengan pagu anggaran Rp7,35 miliar tersebut, ia enggab berkomentar. Sejauh ini, memang muncul kabar PSIM Yogyakarta yang akan menanunginya, untuk lapangan latihan, atau training ground.

"Itu bukan ranah saya, saya kaitannya teknis saja. Konsep pengolaannya di Disdikpora," jelasnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved