Breaking News:

Kisah Inspiratif

Ikut Serta Upaya Pelestarian, Pria Betawi Ini Menginisiasi Bulletin Jumat Beraksara Jawa

Akhmad Fikri berupaya menginisiasi sebuah komunitas 'Kampung Aksara Jawa' di tempat tinggalnya, di Bintaran Wetan, Srimuluyo, Piyungan, Bantul.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Penggiat aksara Jawa, Akhmad Fikri tengah membaca salah satu edisi bulletin Jumat 'Matraman' hasil karyanya, Jumat (26/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Tidak bisa dipungkiri, dewasa ini eksistensi aksara Jawa semakin terkikis zaman.

Ironis, anak muda yang sehari-harinya berbicara dengan bahasa Jawa pun ternyata tak mengenal lagi aksara peninggalan leluhurnya tersebut.

Berawal dari keprihatinan itu, sosok Akhmad Fikri berupaya menginisiasi sebuah komunitas 'Kampung Aksara Jawa' di tempat tinggalnya, di Bintaran Wetan, Srimuluyo, Piyungan, Bantul.

Menariknya, Fikri sendiri bukanlah orang Jawa asli.

Benar saja, pria berusia 49 tahun tersebut, berdarah Betawi tulen.

Hanya saja, kecintaan, serta kepeduliannya terhadap aksara Jawa tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga: Pertama Sejak 1922, Kongres Aksara Jawa Kembali Digelar di Yogyakarta

Menurutnya, aksara Jawa harus digunakan secara masif dalam kehidupan sosial.

Sayangnya, generasi muda yang fasih berbahasa Jawa, kini tidak bisa menuliskan, atau sekadar membaca aksara Jawa.

Menurutnya, fenomena tersebut merupakan ancaman nyata bagi eksitensi aksara Jawa dan bisa punah sewaktu-waktu.

"Akan hilang, musnah, tinggal sejarah, jika tidak ada upaya melestarikannya dalam kehidupan sosial," terangnya, saat dijumpai selepas kegiatan Kongres Aksara Jawa, di Grand Mercure Hotel, Kota Yogyakarta, pada Jumat (26/3/2021).

Halaman
123
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved