Breaking News:

Bisnis

APPBI DI Yogyakarta Sayangkan Adanya Aturan Pelarangan Mudik Lebaran 2021

APPBI mengatakan, pelarangan mudik akan berimbas besar pada sektor pusat perbelanjaan.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY, Surya Ananta 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sayangkan atas keputusan pemerintah terkait dilarangnya mudik lebaran 2021 mendatang.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY, Surya Ananta  mengatakan, pelarangan mudik akan berimbas besar pada sektor pusat perbelanjaan.

"Tentunya akan sangat berimbas sekali, karena kami bergantung pada mobilitas masyarakat. Sehingga, adanya peraturan tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi tren kunjungan," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (26/03/2021).

Baca juga: APPBI DI Yogyakarta Sambut Positif Perpanjangan PSTKM dan Penambahan Waktu Operasional Usaha

Bahkan dirinya memperkirakan dengan disahkannya  aturan pelarangan mudik maka kunjungan akan tetap landai.

Sehingga, harapan untuk mendongkrak perekonomian akan terasa sia-sia.

"Situasinya dipastikan akan sama seperti tahun lalu, landai tidak ada peningkatan. Padahal, kami sudah sangat optimis menyambut lebaran tahun ini, karena vaksinasi sudah berjalan tentunya tingkat kepercayaan diri akan lebih bertambah dan ekonomi akan bergerak. Namun, mendengar kabar seperti ini rasanya jadi tidak mungkin," tuturnya.

Ia menambahkan, pemerintah sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengeluarkan kebijakan yang kontradiktif.

Seharusnya, dalam setiap kebijakan yang dibuat sudah disertai rincian pelaksanaanya di lapangan.

Baca juga: Di Balik Tutupnya Gerai di Mal, APPBI DIY Sebut Kondisi Seimbang dengan Ekspansi Pembukaan Toko Baru

"Ini kan informasinya belum disertai dengan teknisnya nanti akan seperti apa, misalnya pun tetap diizinkan berwisata, saya yakin secara psikologis masyarakat akan menahan diri di rumah. Alhasil  tujuan bergeraknya ekonomi sejalan dengan prokes ketat tidak akan tercapai, karena yang sudah-sudah juga seperti ini. Makanya kami minta pemerintah lebih bijak jika mengeluarkan peraturan," ujarnya.

Sementara itu, untuk keberlanjutan terkait pelarangan mudik 2021 di DIY sendiri.

Pihaknya masih akan menunggu kebijakan yang akan dibuat oleh Pemda DIY.

Karena hingga saat ini, arahan resmi belum diterima asosiasi pusat perbelanjaan tersebut.

"Ini kami masih menunggu arahan dari Pemda DIY akan seperti apa ke depannya. Tentu, kami harapkan ada solusi yang baik atas adanya peraturan itu," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved