Breaking News:

Bisnis

Permintaan Kredit Masih Rendah, BI DIY Dorong Masyarakat Manfaatkan Stimulus Kredit Perbankan

Permintaan kredit cenderung rendah padahal likuiditas di perbankan sangat memadai.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
makemymoney.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong masyarakat untuk memanfaatkan stimulus kredit yang diberikan pemerintah sebagai langkah mendorong geliat perekonomian.

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Miyono menuturkan, permintaan kredit cenderung rendah padahal likuiditas di perbankan sangat memadai.

"Saat ini, memang yang terjadi di perbankan penyaluran kredit masih rendah. Padahal stimulus keringanan sudah diberikan bahkan BI sendiri  sudah menurunkan suku bunga acuan hingga 3,5 persen untuk mendongrak kredit di masyarakat," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Kamis (25/03/2021).

Ia menambahkan, kemungkinan yang mengakibatkan rendahnya penyaluran kredit karena masih banyak masyarakat yang ragu untuk memanfaatkannya.

Baca juga: OJK DIY Sebut PPnBM 0 Persen Belum Berefek pada Penyaluran Kredit Kendaraan di Perusahaan Pembiayaan

Ditambah lagi, dengan kondisi pandemi membuat masyarakat semakin pesimis terhadap kondisi ekonomi.

"Bagaimanapun, kami tetap mendorong perbankan untuk menyalurkan kredit ke masyarakat untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Namun, tetap kami ingatkan pada perbankan untuk selalu merapkan prinsip kehati-hatian," ujarnya.

Rendahnya penyaluran kredit di DIY pun , didukung dengan pendataan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY. 

Merujuk pada data OJK DIY pada tahun 2020 pertumbuhan kredit hanya tumbuh 3,66 persen sedangkan pada periode tahun sebelumnya pertumbuhannya mencapai 7,35 persen.

Kepala OJK DIY, Parjiman menuturkan, permasalahan rendahnya kredit akibat tidak adanya pengajuan oleh para debitur.

Baca juga: Sebanyak 43 Persen Penyaluran Kredit di DI Yogyakarta Diberikan kepada Pelaku UMKM 

"Perbankan itu sebenarnya sangat siap sekali dengan adanya permintaan kredit. Namun, yang mengajukan hanya sebagian kecil saja," tuturnya.

Sebaliknya, masih kata Parjiman, masyarakat lebih memilih menahan uangnya di perbankan.

Alhasil, dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

"Pada tahun 2020, DPK tumbuh hingga 10,61 persen atau sekitar Rp7,62 triliun. Padahal pada 2019, DPK hanya sebesar 7,02 persen atau Rp6,89 triliun. Maka dari itu, kami sangat mendorong agar masyarakat mau membelanjakan uangnya atapun memanfaatkan stimulus kredit dari pemerintah sehingga dana tidak diam,  terjadi perputaran," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved