Breaking News:

Kota Yogyakarta

Masih Muncul Ketakutan, 25 Persen Pedagang di Malioboro Mangkir Vaksinasi Massal

Bagi para pedagang yang mangkir vaksinasi massal, saat ini masih dilayani di Puskesmas Danurejan, Gondomanan, hingga Gedongtengen.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Seorang pedagang tengah diinjeksi vaksin COVID-19 dosis kedua, di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, Senin (15/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Vaksinasi massal COVID-19 bagi para pelaku wisata dan pedagang di sepanjang kawasan Malioboro telah dilakukan sejak awal Maret silam.

Namun, ternyata, hingga sejauh ini, masih banyak yang belum menjalani proses imunisasi tersebut, dengan beragam alasan.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, sebagian besar pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di Malioboro memang sudah divaksin. Angkanya kini menyentuh 75 persen.

Hanya saja, tambahnya, ada 25 persen yang mangkir tidak bersedia divaksin.

Baca juga: 151 Ribu Penduduk DIY Telah Menerima Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

"Makanya, kami minta kesadaran semua pedagang untuk menjalani vaksinasi. Sebagian besar sudah. Tapi, ada yang belum, 25 persen," katanya, Kamis (25/3/21).

Ekwanto tidak menampik, sejak awal diwacanakan vaksinasi massal tersebut, memang muncul ketakutan di kalangan pedagang.

Bahkan, tambahnya, ada pedagang yang sampai harus menunggu rekan sejawatnya divaksin dulu di hari pertama guna mengetahui efek sampingnya.

"Jadi nunggu di hari pertama dan kedua itu seperti apa. Nah, makanya di hari ketiga langsung banyak banget (yang mau divaksin), padahal pas hujan lebat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar semua pedagang yang belum bisa divaksin bisa tergugah untuk melaksanakannya, karena imunisasi ini demi kebaikan bersama.

Bahkan, jikalau mereka tetap enggan divaksin, syarat menunjukkan hasil rapid test tiga hari sekali untuk mendapat izin berdagang bakal diterapkan.

Baca juga: Ratusan Orang Mangkir dari Jadwal Vaksinasi Covid-19 Massal Dosis Kedua di Kawasan Malioboro

"Kemarin kami ketemu ketuanya, kita minta sampaikan ke anggota, itu konsekuensinya. Kemarin ada Pak Wawali, kita bikin komitmen bersama," tambah Ekwanto.

"Jangan sampai lah, semua sudah ok, tapi masih ada yang tidak. Nah, yang tidak itu kan potensi kena (COVID-19) dan berpotensi menyebarkan. Bahkan, yang divaksin saja itu belum terjamin 100 persen loh," tambahnya.

Dijelaskanmya, bagi para pedagang yang mangkir vaksinasi massal, saat ini masih dilayani di fasilitas kesehatan (faskes) Puskesmas Danurejan, Gondomanan, hingga Gedongtengen.

Namun, kondisinya jelas tidak bisa serentak, lantaran kapasitasnya dibatasi 50 orang tiap harinya.

"Karena Puskesmas tidak hanya melayani (pedagang) Malioboro saja, tapi ada yang lain. Harapan kami bisa tuntas dua atau tiga minggu kedepan. Makanya, kami berharap ada pemahaman dari pedagang," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved