Breaking News:

Yogyakarta

Hari Terakhir Jogjavaganza 2021, Para Buyer Diajak Gowes Jelajahi Kampung Wisata di Yogyakarta

'Jogja Gowes Fun' diramaikan 100 peserta, yang merupakan perwakilan dari travel agent yang diundang untuk ikut serta dalam agenda Jogjavaganza.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Para peserta 'Jogja Fun Gowes' saat finish di kawasan Taman Pintar, Kota Yogyakarta, Kamis (23/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gelaran Jogjavaganza yang diinisiasi oleh Pemkot Yogyakarta, bersama para pelaku pariwisata seperti BP2KY, ASITA, PHRI, sampai Jogjabike, berlangsung penuh gairah dan antusiasme selama 23-25 Maret 2021 ini.

Agenda menarik pun disajikan di hari terakhir Jogjavaganza, Kamis (25/3/2021), saat para buyer yang merupakan penyedia jasa travel dari seluruh penjuru Indonesia diajak bersepeda menyusuri kampung-kampung wisata di Yogyakarta.

Ketua Panitia Jogjavaganza, Edwin Ismedi mengungkapkan, lewat program bertajuk 'Jogja Gowes Fun' ini, pihaknya ingin mengenalkan destinasi alternatif yang dapat diakses oleh wisatawan, kepada travel agent dari berbagai daerah.

"Sehingga, mereka bisa mengenalkan pada calon wisatawan, untuk bersepeda di kampung-kampung wisata di Yogyakarta. Jadi, saat berkunjung ke sini, wisatawan tidak hanya jalan-jalan di destinasi yang sudah terkenal saja," cetusnya.

Baca juga: Minat Pesepeda ke Destinasi Wisata Bantul Mengalami Penurunan

Difasiltasi oleh Jogjabike, para buyer pun tampak menikmati momen-momen saat menyusuri perkampungan di sekitaran Kraton Ngayogyakarta, dengan jarak tempuh sekira 12 kilometer, yang dilahap dalam waktu lebih kurang 2 jam.

"Wisatawan di tengah pandemi ini kecenderungannya lebih suka yang outdoor. Jadi, wisata sepeda ini bisa jadi alternatif karena bebas dari kerumunan. Apalagi, sekarang ini, kita mengusung semangat health tourism," tambah Edwin.

'Jogja Gowes Fun' diramaikan 100 peserta, yang merupakan perwakilan dari travel agent yang diundang untuk ikut serta dalam agenda Jogjavaganza.

Untuk lokasi start dan finish, panitia mematoknya di Taman Pintar, Kota Yogyakarta.

"100 peserta dibagi dalam empat kelompok. Pesertanya itu, berasal dari Jatim, Jabar, Jakarta, Banten, Lampung, Sumbar, Sumsel, Kaltim, Kalsel, Sulsel, hingga Bali," terangnya.

"Mayoritas memang dari Pulau Jawa, sekitar 80 persen, kita prioritaskan, karena aksesnya lebih mudah. Terus, yang luar Jawa itu mereka dari daerah yang sebelum pandemi punya penerbangan langsung ke Yogyakarta," lanjut Ismadi.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved