Breaking News:

Yogyakarta

Bersinergi dengan Polda DIY, Mahasiswa Papua Siap Jadi Teladan Keselamatan Bertransportasi

Mahasiswa Papua berkomitmen untuk menjadi teladan dalam keselamatan berkendara atau bertransportasi.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Deklarasi 'Kitorang Mahasiswa Papua siap menjadi tauladan keselamatan bertransportasi' di Asrama Mahasiswa Waropen Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Rabu (24/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Mahasiswa asal Papua yang kini tengah menempuh studi di Yogyakarta menjalin sinergi dengan Polda DIY.

Mereka berkomitmen untuk menjadi teladan dalam keselamatan berkendara atau bertransportasi.

Sinergi ini merupakan dorongan dari Pemda Papua melalui perwakilan asrama mahasiswa Papua di Yogyakarta.

Mereka didorong menjalin kerja sama dengan stakeholder, dalam hal ini Polda DIY, untuk bersama memupus stereotip buruk.

Bukan tanpa sebab, mahasiswa asal Papua memang sering ditempeli label pelanggar lalu lintas.

Baca juga: Polri Tambah Kuota Bintara untuk Orang Asli Papua dalam Seleksi SIP Tahun 2021

Mulai dari tidak pakai  helm, tidak patuh rambu, kendaraan tidak sesuai standar pabrikasi, hingga minimnya kelengkapan surat-surat.

Sinergi pun dideklarasikan di Asrama Mahasiswa Waropen, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, pada Rabu (24/3/2021) kemarin, dengan mengusung sebuah tajuk 'Kitorang Mahasiswa Papua siap menjadi tauladan keselamatan bertransportasi'.

Kasubdit 2 Ditintelkam Polda DIY, Kompol Dwi Prasetyo mengatakan, pihaknya memiliki program edukasi, maupun pelatihan safety riding kepada mahasiswa asal Papua, untuk meningkatkan kompetensi dan kepatuhan mereka.

"Harapannya bisa muncul opini yang positif di masyarakat terhadap mahasiswa asal Papua, sehingga stigma dan label negatif yang terlanjur disematkan kepada mereka bisa perlahan terhapuskan," tandasnya.

Untuk gelombang pertama, sudah ada 100 mahasiswa asal Papua yang mengikuti program ini.

Setelah melalui berbagai tahapan uji kompetensi, sejak dari pembekalan teori hingga praktek, atau simulasi safety riding, mereka pun berhak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) C.

Baca juga: Tim Medis Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista Bantu Layanan Kesehatan di Distrik Senggi Papua

"Bagi yang belum lulus, dipersilakan mengikuti tahapan uji kompetensi mulai dari awal di gelombang berikutnya," ungkap Kompol Dwi Prasetyo.

Koordinator Asrama Waropen, Demianus Maniburi sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Pasalnya, Kelengkapan surat-surat untuk berkendara seperti SIM C, memang menjadi kebutuhan bagi mahasiswa asal Papua di kota pelajar.

"Melalui kegiatan positif ini, masyarakat bisa melihat bahwa kita anak Papua, juga tertib dalam berlalulintas. Kitorang mahasiswa Papua, siap menjadi teladan keselamatan bertransportasi," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved