Breaking News:

Kota Yogyakarta

Sulit Terapkan Denda, Pemkot Yogya Siapkan Sanksi Sosial untuk Pelanggar KTR Malioboro

Selama ini, para pengunjung yang ketahuan merokok di Malioboro paling mentok hanya mendapat teguran petugas Jogoboro.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi (tengah), saat meninjau kesiapan satu di antara tempat khusus merokok di kawasan Malioboro beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Malioboro sudah ditetapkan sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejak 2020 lalu.

Tapi, berdasar pantauan Tribunjogja.com di lapangan, penerapan KTR ini belum sepenuhnya efektif.

Sebab, banyak sekali pengunjung dan pelaku wisata yang menghembuskan asap tembakau secara leluasa.

Padahal, merujuk Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang KTR, yang didukung Keputusan Wali Kota nomor 261 Tahun 2020 tentang Penetapan Malioboro sebagai KTR, termuat sanksi pidana, maupun denda hingga Rp7,5 juta bagi tiap orang yang melanggar aturan terkait larangan merokok itu.

Baca juga: Ratusan Pengunjung Langgar Aturan KTR Malioboro, Belum Disanksi Denda

Namun, setelah empat bulan ditetapkan, nyatanya hampir tidak ada langkah tegas dari Pemkot Yogya, terhadap pelanggaran-pelanggaran yang muncul setiap harinya.

Selama ini, para pengunjung yang ketahuan merokok di Malioboro paling mentok hanya mendapat teguran petugas Jogoboro.

Empat titik tempat khusus merokok (TKM) yang disediakan Pemkot, seperti di Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA), utara Malioboro Mall, utara Ramayana, sampai di Lantai III Pasar Beringharjo juga terlihat masih sangat minim peminatnya.

"Sekarang, memang persoalannya kapan kita melakukan sanksi tegas. Karena di Perda sudah jelas. Sanksinya cukup berat. Sanksi denda maksimal Rp 7,5 juta dan bisa kurang, sesuai keputusan hakim, itu maksimal," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Rabu (24/3/2021).

Akan tetapi, orang nomor dua di Kota Yogyakarta tersebut mengaku dilematis, saat harus menerapkan sanksi denda di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Baca juga: Satgas KTR Malioboro Masih Dimatangkan, Pemkot Yogya Andalkan Jogoboro untuk Pengawasan

Selain itu, pelaksanaannya di lapangan juga dirasa rumit, mengingat mayoritas wisatawan Malioboro berasal dari luar kota.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved