Breaking News:

Batu Bata Merah Kuno yang Memiliki Relief Floral di Klaten Dilaporkan Hilang

Sejumlah bata merah kuno yang berada di objek diduga cagar budaya (ODCB) yang berada di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Pegiat Klaten Heritage Community (KHC) Hari Wahyudi, menunjukan foto bata merah yang memiliki relief floral yang hilang di situs Mbah Gempur, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Rabu (24/3/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah bata merah kuno yang berada di objek diduga cagar budaya (ODCB) yang berada di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten dilaporkan hilang.

Bata merah kuno itu merupakan bagian dari struktur bangunan ODCB yang dinamakan oleh masyarakat sekitar dengan nama situs Mbah Gempur.

Meski sejumlah batu bata merah kuno tesebut dilaporkan hilang, namun sejumlah benda lainnya seperti satu buah yoni serta satu buah arca tanpa kepala masih berada di lokasi situs itu berada.

Baca juga: BREAKING NEWS : Seluruh RT di Wilayah DI Yogyakarta Dinyatakan Bebas Zona Merah Covid-19

Pegiat Klaten Heritage Community (KHC), Hari Wahyudi mengatakan jika dirinya mengetahui hilangnya batu bata merah kuno di situs tersebut sejak Kamis (18/3/2021).

"Saat itu saya kedatangan teman yang ingin melihat situs ini waktu kamis sore itu. Setelah tiba di lokasi saya malah dibuat kaget karea tidak menemukan batu bata yang memiliki motif sulur-suluran atau relief floral," ujarnya saat Tribun Jogja temui di situs tersebut, Rabu (24/3/2021).

Ia mengatakan, batu bata merah yang memiliki relief floral yang hilang di situs Mbah Gempur tersebut sebanyak enam buah batu bata.

Potongan bata merah yang memiliki relief floral yang masih tersisa di situs Mbah Gempur, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Rabu (24/3/2021)
Potongan bata merah yang memiliki relief floral yang masih tersisa di situs Mbah Gempur, Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Rabu (24/3/2021) (TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan)

"Jumlah bata yang memiliki relief floral itu yang pernah saya lihat dan yang saya tahu ada satu. Namun dari penuturan warga sekitar sini ada enam buah jika ditotal," katanya.

Batu bata merah itu, kata hari, memiliki tebal 10 sentimeter dengan lebar 24 sentimeter dengan panjangnya 34 sentimeter.

"Bata merah dengan relief floral yang itu itu termasuk bata merah kuno yang langka terutama di daerah Jawa Tengah karena bata jenis itu sangat jarang ditemukan  di Jawa Tengah," jelasnya.

Menurutnya, dirinya terakhir kali berkunjung ke situs Mbah Gempur tersebut sekitar bulan Januari 2021.

Baca juga: Siswa SMK SMTI Yogyakarta Dipercaya dalam Produksi GeNose C19

Saat itu, lanjut Hari, bata merah yang memiliki relief floral tersebut masih ada dan disusun disamping yoni dan arca berada.

Sementara itu, salah seorang warga Dukuh Sunggingan, Desa Jonggrangan, Daroji (62) menambahkan jika arca di situs tersebut sebelumnya juga pernah dibawa oleh seseorang dengan menggunakan sepeda beronjong.

"Saat itu ketahuan oleh warga dan diminta dan akhirnya orang yang ngambil itu tidak jadi bawa arca tersebut," imbuhnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved