Breaking News:

Program Pembangunan Jamban Layak Keluarga Desa Pucungrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Sebanyak 40 keluarga di Desa Pucungrejo, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam waktu dekat akan memiliki jamban layak sendiri

ist
Mukh Ma'ruf (kedua dari kanan) Kepala Desa Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang menuangkan material cor pada cetakan jamban pada peluncuran Pembangunan Jamban Layak Keluarga di Desa Pucungrejo, Selasa (23/3/2021), di Balai Desa Pucungrejo. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebanyak 40 keluarga di Desa Pucungrejo, Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam waktu dekat akan memiliki jamban layak sendiri, yakni jamban tertutup dengan kloset leher angsa berikut septik tank kedap air.

Program ini hasil kerja sama Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK), USAID-IUWASH PLUS, dan Kelompok Swadaya Masyarakat Semali Asri di bawah pendampingan Pemerintah Kabupaten Magelang.

Program 40 jamban layak keluarga ini diluncurkan, Selasa (22/3/2021), di Balai Desa Pucungrejo. Hadir dalam acara itu Ketua Yayasan DKK Tomy Trinugroho; Manager Eksekutif Yayasan DKK Anung Wendyartaka; Kepala Desa Pucungrejo Mukh Ma’ruf; Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat Semali Asri Fahrudin; Behaviour Change
Marketing Associate IUWASH PLUS Edy Triyanto.

Kemudian Regional Manager IUWASH PLUS Jawa Tengah Jefry Budiman; jajaran pimpinan Bappeda dan Litbangda Pemkab Magelang, jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Pemkab Magelang, dan jajaran pimpinan Dinas Kominfo Pemkab Magelang, jajaran pimpinan Kecamatan Muntilan, Kepala Polsek Muntilan, perwakilan Danramil Kecamatan Muntilan.

Pembangunan jamban layak keluarga merupakan bagian dari Program Kemitraan Bina Lingkungan untuk Pembangunan Sanitasi Aman Keluarga.

Program bernilai Rp120 juta ini didanai oleh donasi pembaca Kompas yang dikelola Yayasan DKK. Program dijalankan dengan konsep dana bergulir.

Pada tahap pertama, terdapat 40 keluarga yang menerima bantuan jamban layak berikut septik tank-nya dengan nilai masing-masing Rp3 juta.

Setengah dari nilai bantuan yang diterima oleh setiap keluarga berupa dana hibah. Sisanya sebesar Rp1,5 juta dikembalikan dengan cara dicicil dalam periode tertentu.

Dana yang dikembalikan tersebut selanjutnya akan dipakai untuk mendanai pembangunan jamban layak untuk
keluarga lainnya.

Kepala Desa Pucungrejo Mukh Ma’ruf bersyukur Program Kemitraan Bina Lingkungan untuk Pembangunan Sanitasi Aman Keluarga bisa dijalankan di desanya. “Saat ini masih ada warga Pucungrejo yang masih membuang kotoran ke sungai. Kami terus mengimbau warga, mulai di rapat RT, RW, sampai desa, agar mengubah kebiasaan itu,” ujarMa’ruf.

Halaman
12
Editor: Ikrob Didik Irawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved