Breaking News:

Yogyakarta

Komisi B DPRD DIY Minta Kasus Kredit Fiktif Bank Jogja dan Transvision Diusut Tuntas

Pembobolan bank itu dianggap termasuk kejahatan kerah putih. Sehingga, seluruh direksi dan pejabat yang terlibat harus diusut.

Penulis: Ardhike Indah
Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
ilustrasi penipuan CPNS 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Adanya kasus kredit fiktif oleh Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Jogja terhadap PT Indonusa Telemedia (Transvision) dianggap sebagai preseden buruk.

“Itu luar biasa sekali Bank Jogja sampai kebobolan,” ungkap Ketua Komisi B DPR DIY, Danang Wahyu Broto kepada Tribunjogja.com, Senin (22/3/2021).

Ia mengatakan, pembobolan bank itu termasuk kejahatan kerah putih.

Sehingga, seluruh direksi dan pejabat yang terlibat harus diusut.

“Termasuk debitur yang melakukan kredit fiktif. Mereka harus diusut sampai tuntas dan dihukum berat. Itu kan duit rakyat,” ucapnya lagi.

Baca juga: Bank Jogja Tersandung Kasus Dugaan Kredit Fiktif Rp 27,4 Miliar ke Transvision , Begini Rinciannya

Ditambahkan Danang, kredit fiktif itu juga bentuk keteledoran bank.

Sebab, bank tidak mengimplementasikan prinsip kehati-hatian.

Padahal, tugas mereka adalah mengamankan aset dari rakyat Yogyakarta agar dikelola dengan baik.

“Siapapun yang terlibat harus diusut dan dihukum. Kami memang belum tahu bagaimana mekanisme dan kronologi lengkapnya, tapi ini preseden buruk bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di DI Yogyakarta di masa pandemi,” tuturnya.

Bagi Danang, di masa pandemi ini, perbankan seharusnya bisa meringankan beban masyarakat dan menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Ini juga berpengaruh pada psikologi masyarakat lho karena bank itu bagian dari modal Kota Yogyakarta,” tandas Danang. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved