Breaking News:

Jawa

Izin Tradisi Sadranan di Klaten, Pemkab Masih Melaksanakan Pembahasan

Sadranan dalah tradisi pembersihan makam dan doa bersama menjelang masuknya Bulan Ramadan.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang warga mengecat makam yang berada di Desa Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Senin (22/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Menjelang masuknya Bulan Ramadan sejumlah masyarakat di Kabupaten Klaten biasanya bakal melangsungkan tradisi sadranan.

Tradisi sadranan tersebut berupa serangkaian upacara yang dilakukan oleh masyarakat untuk melakukan pembersihan makam dan doa bersama menjelang masuknya Bulan Ramadan.

Hanya saja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten saat ini belum bisa memastikan apakah tradisi yang melibatkan cukup banyak orang tersebut apakah bisa digelar atau tidak menjelang Ramadan tahun ini.

Baca juga: Pemakaman di Klaten Dicat Warna-warni Untuk Hilangkan Kesan Seram Jelang Tradisi Sadranan

"Untuk tradisi sadranan masih akan dibahas di Satgas COVID-19 Klaten (terkait izin atau tidaknya) dan juga kami masih menunggu keputusan Gubernur Jateng," ujar Tim Ahli Satgas COVID-19 Klaten, Ronny Roekmito saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021).

Menurutnya, hingga saat ini Kabupaten Klaten masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro guna menekan laju pertumbuhan COVID-19 di daerah itu.

Sementara itu, warga Dukuh Jetis, Desa Bakungan, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten baru-baru ini telah melakukan pembersihan makam guna menyambut tradisi sadranan menjelang masuknya bulan Ramadhan 2021.

Pemuda dan warga sekitar juga mengecat ratusan makam yang ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Palereman di dukuh Jetis itu dengan beragam warna.

Baca juga: VIRAL Pemakaman di Klaten yang Dicat Warna-warni Habiskan 16 Kilogram Cat

"Kita membersihkan makam di desa ini karena akan melaksanakan tradisi sadranan menjelang masuknya Bulan Ramadan. Selain membersihkan makam juga mengecatkan agar lebih rapi dan indah di pandang," ujar Sri Haryanta (50) warga Dukuh Jetis, Desa Bakungan saat ditemui di lokasi TPU Palereman tersebut.

Ia mengatakan, tradisi sadranan di desa tersebut direncanakan bakal berlangsung pada Minggu (28/3/2021) dan Senin (29/3/2021).

"Nanti itu warga habis Salat Isya kumpul di sini untuk tirakatan. Terus Senin siangnya juga kumpul lagi di sini untuk tahlilan atau berdoa bersama mendoakan lelulur yang telah mendahului kita. Nanti ibu-ibu bagiannya didapur untuk memasak," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved