Breaking News:

Merti Kali Brengkal Kabupaten Magelang, Upaya Jaga Sumber Air di Lereng Merbabu

Guna menjaga kelestarian sumber mata air, masyarakat di lereng Gunung Merbabu menggelar upacara budaya Merti Kali Brengkal

Istimewa
Bupati Magelang Zaenal Arifin menanam pohon di Kali Brengkal Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Sabtu (20/3/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Guna menjaga kelestarian sumber mata air, masyarakat di lereng Gunung Merbabu menggelar upacara budaya Merti Kali Brengkal di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Sabtu (20/3/2021).

Selain membersihkan sumber mata air, mereka juga menanam pohon untuk menjaga sumber mata air.

Sejak pagi warga Kaponan telah menyusuri jalan setapak terjal di antara jurang dan bukit sejauh 300 meter.

Mereka telah mempersiapkan peralatan cangkul, linggis dan sabit untuk membersihkan lumut dan rumput di sekitar sumber air Kali Brengkal.

Baca juga: KRONOLOGI Bocah Bekasi Jadi Korban Tenggelam di Muara Sungai Serang Pantai Glagah Kulon Progo

Sebelum beraktivitas warga membaca doa keselamatan yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. 

Bupati Magelang Zaenal Arifin yang hadir dalam tradisi ini nampak larut dalam khidmad.

Prosesi bersih Kali Brengkal ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat karena sudah diberikan rezeki dan berkah sumber air melimpah.

"Saya apresiasi. Ini tradisi yang harus dilestarikan karena melestarikan alam. Maka alampun akan memberi yang terbaik bagi kita," kata Zaenal usai mengikuti doa itu.

Sumber air ini berada di atas bukit. Meski kemarau panjang sumber air ini tak pernah kering. 

Melalui jaringan pipa air dialirkan ke sejumlah bak penampung. Sekitar 222 kepala keluarga memanfaatkannya untuk kebutuhan setiap hari seperti memasak, mencuci dan sebagainya.

Selain membersihkan sumber air, warga juga menananam ratusan jenis pohon yang dinilai efektif untuk menyimpan dan mendekatkan air ke permukaan tanah.

"Menanam pohon ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena dipergunakan untuk melestarikan air," ujar Zaenal.

Baca juga: Masyarakat Klaten Diimbau Berhati-hati Terkait Infomasi Hoax Vaksinasi COVID-19

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Sarifudin menambahkan, saat ini masyarakat secara mandiri sadar bahwa menjaga dan merawat alam, berarti menjaga dan merawat diri sendiri. Menghormati alam sama halnya menghotmati Sang Pencipta. 

"Keadaan yang sudah sangat jarang terjadi di kondisi sekarang. Apalagi warga sadar untuk berupaya mandiri menjaga sumber air," ucapnya.

Dalam kesempatan itu diserahkan juga Sertifikat Apresiasi Partisipasi Proklim Madya yakni Desa Tirto Kecamatan Grabag, Desa Kricing Kecamatan Secang, dan Dusun Ngampin Kecamatan Kaliangkrik. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved