Breaking News:

Menuju 100 Tahun Indonesia 2045, DPD RI Dorong Evaluasi Sistem Pendidikan

Anggota Komite IV DPD RI, Cholid Mahmud mendorong pemerintah untuk mulai mempersiapkan kualitas generasi mudanya, menyongsong 100 tahun

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Anggota Komite IV DPD RI, Cholid Mahmud (kanan), seusai diskusi 'Menuju 100 Tahun NKRI', di Gedung DPD RI DIY, Kota Yogyakarta, Sabtu (20/3/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Anggota Komite IV DPD RI, Cholid Mahmud mendorong pemerintah untuk mulai mempersiapkan kualitas generasi mudanya, menyongsong 100 tahun Indonesia pada 2045 mendatang.

Salah satunya, dengan mengevaluasi sistem pendidikan yang kini diterapkan.

"Karena yang menjadi tonggak di masa itu adalah anak-anak yang sekarang usia SMP dan SMA. Makanya, persiapannya, ya lewat proses pendidikan," tandasnya, seusai diskusi bertajuk 'Menuju 100 Tahun NKRI', di Gedung DPD RI DIY, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (20/3/2021) kemarin.

Baca juga: Dua Hari Jelang Pertandingan Perdana, Komunikasi Pemain PSS Sleman Belum Terbangun Utuh

Menurut Cholid, evaluasi sistem pendidikan perlu dilakukan dengan memperbanyak referensi di beberapa negara, serta pendidikan nasional pada masa lampau dan masih relevan.

Tetapi, dengan catatan, penerapannya tetap tak boleh terlepas, atau melenceng dari konstitusi.

"Ya, bahwa tujuan pendidikan ini, adalah untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sekaligus memiliki ketrampilan. Penerjemahan ke kebijakannya wajib memperhatikan konstitusi," ungkapnya.

Senator asal Yogyakarta tersebut mengakui, sekarang ini, pemerintah sudah mulai memperkirakan bagaimana kondisi Indonesia pada 2045 nanti.

Bappenas pun memaparkan, akan muncul deretan perubahan yang terjadi di masa krusial itu, entah di tingkatan global, atau nasional.

"Baik sumber daya alamnya, potensi ekonominya, menurut sebagian analisis, kita bisa ambil peran dalam lima kekuatan besar dunia pada 2045. Tapi, itu hanya jadi angan-angan jika generasinya tidak disiapkan," terangnya.

Guru Besar Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Chirzin, yang hadir sebagai salah satu pembicara, menegaskan pentingnya persiapan generasi profesional di masa depan. Sebab, dibutuhkan kompetensi, untuk menanggulangi tantangan zaman.

Baca juga: Merti Kali Brengkal Kabupaten Magelang, Upaya Jaga Sumber Air di Lereng Merbabu

"Namun, basisnya tetap moral. Kejujuran, tanggungjawab dan sebagainya. Ketika kehidupan bangsa, ekonominya saja sedemikian rupa ada korupsi, ini soal moral. Bagaimana nilai-nilai moralitas harus dijiwai," tandasnya.

Karena itu, harus ada evaluasi secara menyeluruh terhadap sistem pendidikan, baik formal, maupun secara umum, agar prosesnya mampu menghasilkan generasi yang bermoral.

Bagaimanapun juga, moralitas adalah kunci, bagi yang nantinya di pemerintah, atau di luarnya.

"Ya, semua lewat pendidikan. Jadi, menurut saya, kita perlu mengevaluasi sistem pendidikan dan model pendidikan yang sedang kita lakukan," pungkasnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved