Breaking News:

Masyarakat Klaten Diimbau Berhati-hati Terkait Infomasi Hoax Vaksinasi COVID-19

Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi bohong atau hoaks seputar vaksin COVID-19.

SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi bohong atau hoaks seputar vaksin COVID-19.

Informasi hoax tersebut dinilai dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bersinar.

"Hati-hati dengan hoaks, cari informasi yang benar dan valid. Vaksinasi ini untuk pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19," ujar Tim Teknis Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, Minggu (21/3/2021).

Baca juga: Polres Gunungkidul Lakukan Patroli Cyber Awasi Media Sosial Masyarakat

Menurutnya, untuk menghindari informasi hoax itu, masyarakat dapat mengakses informasi valid terkait vaksin di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

Seperti Puskesmas, rumah sakit milik pemerintah, atau gugus tugas penanganan Covid-19 di setiap desa.

"Masyarakat saya minta untuk tidak khawatir dan pastikan informasi seputar vaksin yang diterima itu valid. Bukan mitos dan bukan hoaks. Silahkan akses informasinya di sumber terpercaya," ucapnya.

Anggit menjelaskan, partisipasi masyarakat untuk vaksinasi sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian.

Karenanya ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut mengikuti vaksinasi.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta: Bertambah 95 Kasus, 4 Pasien Dilaporkan Meninggal Hari Ini

"Saya imbau masyarakat untuk ikut pelaksanaan vaksinasi karena penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian. Khususnya di Kabupaten Klaten," tambahnya.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito mengatakan secara uumum saat ini Kabupaten Klaten masih berstatus zona oranye Pemkab Klaten terus berupaya untuk menurunkan status daerah dari oranye ke hijau.

"Salah satu indikatornya penurunan angka kasus, kesakitan, dan naiknya angka kesembuhan, ini yang sedang kita kejar," imbuhnya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved