Minta Kepercayaan Pemerintah, Pelaku Industri Hiburan DI Yogyakarta Siap Gelar Kegiatan dan Konser

Kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang memperbolehkan penyelenggaraan kegiatan pertunjukan seni

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
dok. Rajawali Indonesia
ILUSTRASI Penampilan The Brian McKnight di panggung Roro Jonggrang Special Show Prambanan Jazz 2019, Minggu (7/7/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang memperbolehkan penyelenggaraan kegiatan pertunjukan seni dan budaya memberikan angin segar bagi pelaku industri hiburan.

Meski begitu, pemerintah meminta penyelenggara wajib mengutamakan protokol kesehatan dan hanya melibatkan 25 persen penonton dari total kapasitas ruangan.

Menurut Tovic Raharja, Direktur Utama Rajawali Indonesia, promotor musik yang rutin menyelenggarakan Prambanan Jazz Festival, kebijakan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku industri untuk bangkit.

Baca juga: Neo Sport Café Honda CB650R Tampil Makin Gagah dan Eksklusif

Namun, pihaknya menilai saat ini pelaku industri hiburan butuh kepastian tentang kebijakan itu.

Sebab, beberapa waktu lalu, sebelum kebijakan PPKM skala mikro jilid ketiga ini, pihaknya sempat akan memulai event dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Salah satunya dengan total penonton hanya setengah dari kapasitas maksimal di ruang terbuka.

“Kami hanya mengajukan 10 persen saja tetapi dari pihak pemberi izin tetap belum dapat mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatannya,” kata Tovic kepada Tribun Jogja, Sabtu (20/3/2021).

Pantauan Tribun Jogja, semenjak pandemi tahun lalu, banyak kegiatan seni dan budaya yang harus tetap dilakukan memanfaatkan teknologi.

Sejumlah pameran harus digelar secara daring sehingga penonton hanya menikmati dari layar HP atau laptop.

Tidak ada lagi kerumunan penonton di konser ataupun pentas seni setiap minggu yang biasanya banyak digelar di setiap sudut Yogyakarta.

Maka, Tovic berharap, pemerintah mau memberikan kepastian acara bisa digelar di masa pandemi.

Baca juga: PSS Sleman Lakukan Uji Coba Hanya Menang Tipis Lawan Klub Liga 3 Kabupaten Bandung

Pihaknya optimis bisa menegakkan prokes di gelaran agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona.

“Sekarang, yang kami harapkan saat ini adalah kepastian. Dengan profesionalitas dan pengalaman kami, kami siap diberikan kepercayaan untuk dapat menyelenggarakan event dengan tatap muka dengan penerapan protokol CHSE ketat, berapapun jumlah penonton yang ditentukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan itu akan menjadi angin segar bagi orang-orang yang bekerja di industri hiburan.

“Kami juga ingin secara perlahan memulai lagi untuk bisa bangkit dan kembali bekerja,” tandasnya. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved