Breaking News:

Wisatawan Tak Dikenakan Retribusi Ketika Malam Hari, Lurah Parangtritis Usulkan Pemberdayaan Bumkal

"Kekosongan petugas TPR Parangtritis bisa diisi oleh anggota Bumkal Parangtritis. Ini peluang yang bagus tetapi kurang dimanfaatkan," katanya

TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
ILUSTRASI Suasana pantai Parangtritis di akhir pekan setelah libur Imlek 2021, terlihat masih lengang. Tidak ada lonjakan jumlah pengunjung secara signifikan, pada Sabtu (13/2/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Selama ini wisatawan bebas masuk ke kawasan Parangtritis pada malam hari.

Hal itu karena Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis tidak beroperasi hingga malam hari. 

Kebocoran tersebut dilihat oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Parangtritis sebagai peluang. 

Baca juga: Dinas Kebudayaan DIY Siapkan Regulasi Khusus untuk Menggelar Pentas Seni Secara Luring

Lurah Parangtritis, Topo mengatakan Bumkal Parangtritis bersedia mengelola TPR Parangtritis pada malam hari.

Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul terkait usulan tersebut.

Sayangnya hingga saat ini belum ada jawaban.

"Kekosongan petugas TPR Parangtritis bisa diisi oleh anggota Bumkal Parangtritis. Ini peluang yang bagus tetapi kurang dimanfaatkan," katanya, Jumat (19/03/2021).

Menurut dia, dengan adanya petugas TPR Parangtritis pada malam hari, maka potensi pemasukan restribusi bisa dimaksimalkan.

Selain itu, Bumkal Parangtritis juga bisa diberdayakan.

Kendati demikian, ia menyerahkan keputusan kepada Pemerintah Kabupaten Bantul.

Baca juga: Bambang Sujatmoko Atlet Binaraga PON DIY Lakukan Diet dengan Makan 8 Kali Sehari

"Tenaganya bisa dari Bumkal, nanti hasilnya kita tetap manut kepada dinas dan Bupati Bantul. Bukan berarti mengelola itu hasilnya untuk Bumkal atau kalurahan. Harapan kami bisa bermanfaat bagi kalurahan," lanjutnya.

Terpisah, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyebut siap mengkaji usulan dari Lurah Parangtritis tersebut.

Menurut dia, Pantai Parangtritis dan Pantai Parangkusumo merupakan destinasi wisata khusus, di mana wisatawan tetap berkunjung pada malam hari. 

"Kita punya Parangkusumo, di mana di sana ada situs Jawa yang diminati oleh banyak orang. Kedatangan di malam hari ini merupakan salah satu ritual bagi mereka. Oleh karena itu perlu ada retribusi juga. Nanti akan kita kaji mudah-mudahan ini nanti hasilnya sesuai harapan Kalurahan Parangtritis," ujarnya. (maw)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved