Breaking News:

Bisnis

Disperindag DI Yogyakarta Sebut Harga Kedelai Impor Masih Tinggi

Naiknya harga kedelai  impor mengikuti satuan harga dari negara asalnya yakni China.

guardian.ng
ilustrasi kedelai 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan harga kedelai impor masih mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto menuturkan, naiknya harga kedelai  impor mengikuti satuan harga dari negara asalnya yakni China.

"Sekarang harga kedelai impor Rp12ribu per kilogram, padahal seharusnya harga eceran tertingginya sekitar Rp9 ribu per kilogram. Memang kenaikan ini, dari negara pengimpornya langsung  jadi sulit untuk menekan harganya," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (19/03/2021).

Sementara itu,untuk hasil produksi kedelai lokal juga tidak bisa memenuhi kebutuhan permintaan pembeli.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe di Yogyakarta Pilih Kurangi Jumlah Produksi dan Ukuran

Sehingga, masih sangat bergantung dengan produk kedelai impor dari negara lain.

"Kalau kedelai lokal memang produksinya belum bisa sebanyak impor. Lagipula, masyarakat lebih cenderung memakai kedelai impor daripada lokal, ini yang membuat sulit membentuk harga di pasar,"ujarnya.

Untuk persoalan ketersediaan, lanjut Yanto, pihaknya memastikan kedelai impor masih mencukupi.

Karena, untuk komoditinya sendiri tidak sulit didapatkan hanya saja harganya yang mahal.

"Tidak terjadi kelangkaan, cuma harganya saja yang naik. Untuk mengendalikan harganya, kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved