Pemerintah Izinkan Mudik Lebaran, Ini Harapan Pelaku Industri Perhotelan di DI Yogyakarta

Pemerintah pusat memastikan pihaknya tidak akan melarang jika ada masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman di Hari Raya Idul Fitri 2021 ini.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah pusat memastikan pihaknya tidak akan melarang jika ada masyarakat yang hendak mudik ke kampung halaman di Hari Raya Idul Fitri 2021 ini.

Kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi para pelaku industri perhotelan.

Mereka optimis, dengan banyaknya orang mudik, kemungkinan okupansi hotel juga meningkat karena pasti ada pemudik yang membutuhkan akomodasi sementara.

“Periode Lebaran, sebelum pandemi, itu sangat berpengaruh pada okupansi hotel. Pas periode itu, hampir semua hotel tidak memberlakukan harga promo,” ungkap Direktur Sales dan Marketing Satoria Hotel, Yuniar Hidayat, kepada Tribun Jogja, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Fabiano Beltrame Mulai Merasakan Hasil Latihan Belakangan Ini Jelang Piala Menpora 2021

Maka, pihaknya pun menyambut baik dengan kebijakan perizinan mudik itu.

“Tentu kami semangat dan senang. Kami optimis akan banyak orang yang akan mudik ke Yogya untuk bersilaturahmi dengan keluarganya atau berlibur,” tuturnya lagi.

Meski begitu, Yuniar tak menampik, protokol kesehatan tetap menjadi prioritas yang harus diterapkan jika ingin menginap di Satoria Hotel.

“Di hotel ini, tamu wajib memberikan keterangan sehat atau bebas Covid-19. Di tempat umum, tetap menggunakan masker. Ada cek suhu badan dan mencuci tangan sebelum masuk hotel,” tandasnya.

Senada, Corporate Sales Executive RedDoorz DIY, Fandi Sutanto juga mengatakan hal yang sama.

Izin pemerintah untuk memperbolehkan masyarakat mudik adalah oase di padang pasir.

Sebab, selama pandemi, industri hospitality menjadi salah satu yang parah terdampak.

“Semoga kebijakan ini mampu meningkatkan okupansi,” tuturnya kepada Tribun Jogja.

Ia mengungkap, selama masa pandemi, tentu saja okupansi di RedDoorz sebagai akomodasi kekinian juga terimbas.

Menurutnya, kondisi di semester pertama dan kedua di awal pandemi menurun drastis.

“Tapi, untuk RedDoorz sendiri kita menerapkan prokes dengan jaminan sertifikat ‘Hygiene Pass’ dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI),” jelasnya.

Baca juga: Hikmat Peringatan Isra Miraj di Masjid Baitul Mamur Pemkot Magelang

Artinya, RedDoorz aman untuk dikunjungi di masa pandemi karena ada protokol kesehatan dan kebersihan yang wajib mereka penuhi.

Tamu juga diwajibkan mengikuti protokol 5M selama berada di hotel.

Ini perlu dilakukan untuk menjaga diri dan orang sekitar. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved