Breaking News:

Ekspor Salak di Kabupaten Magelang Tetap Stabil di Tengah Pandemi Covid-19

Para petani salak Nglumut di Desa Kaliurang Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang tetap bertahan di antara bencana Gunung Merapi

tribunjogja/hamimthohari
ilustrasi salak 

Ade menuturkan, unsur hara tanah di lereng Gunung Merapi sangat mendukung proses produktivitas tanaman salak.

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Merapi pada lain waktu secara alami akan menjadi pupuk organik yang menyuburkan tanah.

Baca juga: Siap Antar Jemput Pengunjung, Taman Pintar Sediakan Bus Pintar

Ia mengingatkan agar para petani selalu menjaga umur tanaman, pasokan air, pupuk, dan kebersihan lahan agar terhindar dari serangan hama.

Tanaman salak akan berkurang hasilnya jika sudah berumur tua, terserang lalat buah, dan kawanan tikus maupun yang lain.

"Dalam mempertahankan kualitas, petugas penyuluh lapangan juga terus melakukan upaya riset dan inovasi agar buah salak menjadi lebih besar dan tandan lebih banyak," imbuhnya.

Selain itu, para petani juga dibantu fasilitas pendukung, seperti timbangan elektrik, dan keranjang kemas khusus pasca panen agar salak tidak rusak.

"Dengan catatan higienis, kebersihan lahan harus tetap terjaga. Kita juga turut menjaganya," tegas Ade. (jsf)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved