Breaking News:

Rubrik Otomotif Gaspol 52: Builder Gunungkidul 'Sulap' Sedan Lawas Bak Super Car Miliaran Rupiah

Memiliki mobil sport nan mewah bisa jadi impian banyak orang. Tak heran harganya pun tinggi, mulai ratusan juta hingga miliar rupiah.

TRIBUNJOGJA/ Hanif Suryo
Mobil modifikasi karya bengkel 'High Class Auto Custom' di Padukuhan Nogosari III, Kelurahan Bandung, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Memiliki mobil sport nan mewah bisa jadi impian banyak orang. Tak heran harganya pun tinggi, mulai ratusan juta hingga miliar rupiah.

Tetapi siapa sangka, ditangan builder asal Gunungkidul, Suharyanto (42), mobil sedan lawas bisa 'disulap' bak supercar mewah berharga miliaran rupiah.

Di bengkel sederhana miliknya 'High Class Auto Custom' di Padukuhan Nogosari III, Kelurahan Bandung, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, Suharyanto yang merupakan lulusan SMP mampu mewujudkan impian customernya untuk memiliki mobil impian.

Satu di antaranya yakni Mitsubishi Galant tahun 2000 milik warga Sleman, yang dimodifikasi ekstrem dan berubah tampilan bak supercar pabrikan Italia, Lamborghini Aventador, seharga lebih dari Rp 5 miliar.

Baca juga: Livia Teja Laksmana, Memasak Bukan Sekadar Hobi

Mobil berwarna kuning tersebut dikerjakan Suharyanto di bengkel miliknya selama satu tahun.

Diakuinya, pengerjaan mobil tersebut mundur dari rencana awal lantaran ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pengerjaan.

"Kalau dibilang mirip (Lamborghini) saya rasa tidak, mungkin hanya 5 persen saja karena bila benar-benar disandingkan banyak detail yang berbeda. Tapi saya kembalikan lagi sih kepada orang-orang untuk menilai seperti apa," ujar Suharyanto kepada Tribun Jogja ditemui di bengkel miliknya beberapa waktu lalu.

"Pengerjaan mobil sekira satu tahun, mundur dari rencana awal yang seharusnya dikerjakan selama 10 bulan. Sebab sempat pindahan bengkel dulu, dari bengkel kami yang lama ke bengkel baru saat ini. Kalau kendala teknis pengerjaan mobil, mungkin karena ada beberapa penyesuaian seperti memindah mesin dari depan ke bagian belakang, juga beberapa detail lain yang otomatis harus menyesuaikan terutama perkabelan," tambahnya.

Lebih lanjut ia menceritakan, modifikasi ia lakukan pada bagian body dan interior mobil sesuai permintaan dari customer. Sedangkan beberapa part seperti velg dan variasi lainnya diserahkan kepada pemiliknya termasuk penambahan air suspension.

"Customer biasanya menunjukkan diecast atau replika dari mobil yang mereka inginkan," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved