Bisnis

BPD DIY Ajak Paguyuban Andong Perluas Pembayaran Digital untuk Mempermudah Transaksi

Digandengnya paguyuban andong dalam penggunaan QRIS QUAT karena dianggap sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
BPD DIY Ajak Paguyuban Andong Perluas Pembayaran Digital untuk Mempermudah Transaksi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam mengenalkan pembayaran digital kepada masyarakat secara luas, BPD DIY mengajak paguyuban andong untuk menerapkan sistem pembayaran non-tunai pada transaksinya.

Jalinan mitra kerja sama pembayaran non tunai turut didukung oleh Bank Indonesia (BI)  DIY,  Dinas Pariwisata DIY, serta Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DIY.

Kegiatan yang bertajuk 'Wayahe Transaksi Digital'  yang digelar di Sleman City Hall Yogyakarta mengenalkan aplikasi pembayaran digital andalan milik BPD DIY yakni  QRIS QUAT (QRIS Ultimate Automated Transaction).

Direktur utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad menuturkan, digandengnya paguyuban andong dalam penggunaan QRIS QUAT karena dianggap sebagai salah satu sektor penggerak ekonomi.

Baca juga: Festival Andong DIY 2021, Upaya Lestarikan Budaya dan Tingkatkan Perekonomian

"Kontribusi kusir andong  untuk ekonomi di DIY cukup besar terutama sektor pariwisita. Selain itu, mereka (kusir andong) juga sebagai penghubung sosialisasi kepada wisatawan," jelasnya di sela acara pengenal transaksi digital BPD DIY, Sabtu (13/03/2021).

Saat ini, sebanyak 260 kusir andong sudah terfasilitasi akses pembayaran non tunai QRIS QUAT.

Capaian ini akan terus diperluas hingga keseluruhan andong di DIY dapat memanfaatkan QRIS QUAT sebagai media pembayaran.

"Kami target kan semua kusir andong bisa memakai QRIS QUAT, mungkin sekitar 400 andong. Sedangkan, untuk target keseluruhan kami optimis hingga tahun 2021, sebanyak 150 ribu pengguna dari semua sektor seperi UMKM maupun pedagang, sudah bisa mengakses aplikasi pembayaran kami," terangnya.

Ia menambahkan, penggunaan QRIS QUAT juga sebagai langkah pencegahan penularan COVID-19.

Atas penggunaan uang yang disinyalir dapat  menjadi media berkembangnya virus tersebut.

"Kami rasa penggunaan sistem pembayaran digital perlu digalakan. Selain efesien, juga dapat mengindari terjadi penularan virus antar orang ke orang, sehingga lebih aman," ujarnya.

Sementara Kepala Dinpar DIY, Singgih Raharjo menambahkan,  sangat mengapresiasi sistem pembayaran digital yamg melibatkan andong.

Menurutnya, dengan diajaknya kusir andong akan mendorong pertumbuhan pariwisata di DIY. 

Baca juga: BPD DIY Sabet Penghargaan Atas Optimalisasi Layanan Sistem Informasi Pembangunan Daerah

"Dengan teknologi tersebut,para kusir  andong akan dimudahkan untuk transaksi dengan pengguna jasanya. Ketika, ada kemudahan  teknologi yang diciptakan untuk pelayanan.  Otomatis,  pengguna jasa atau wisatawan akan lebih senang untuk menaiki andong. Tentunya, akan berimbas pada pendapatan mereka (kusir andong)," ujarnya.

Selain itu, untuk mengakselerasi kegiatan pariwisata. Kolaborasi pun dilakukan, dengan penyinkronisasikan aplikasi Jogja vising milik Dinpar DIY dengan QRIS QUAT milik BPD DIY.

Sehingga nantinya, cakupan wilayah yang terakses QRIS QUAT tidak hanya andong namun juga akan merambat ke destinasi wisata lainnya.

Sinergi ini, dilakukan sebagai langkah menggerakkan bidang pariwisata ke depannya. Karena dipastikan semua pembayaran akan beralih ke media digital.

"Rencana kami, dengan adanya kolaborasi dengan pihak BPD DIY. Nantinya, semua pembayaran di sektor wisata akan menggunakan pembayaran non tunai, konsepnya mirip dengan andong. Harapan kami, bisa terwujud dalam waktu dekat sembari menunggu pariwisata untuk pulih kembali," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved