5 Penyebab Miss V Becek, Bisa Jadi Tanda Ada yang Tak Beres di Tubuh Anda

Miss V becek bisa jadi tanda ada yang tidak beres pada tubuh Anda dari cairan alami hingga adanya infeksi

Tayang:
Editor: Rina Eviana
Barabasa
Ilustrasi 

Semakin tinggi level hormon estrogen seseorang, akan semakin aktif kelenjar Bartholin bekerja memproduksi cairan. Itulah mengapa orang yang menjalani terapi cara menyeimbangkan hormon kerap merasakan vagina basah.

Semakin tinggi kadar estrogen seseorang, semakin encer pula cairan yang keluar dari vagina. Warna cairan ini adalah bening dan terasa licin. Bisa jadi, ini merupakan tanda seseorang sedang dalam masa subur.

ilustrasi miss v
ilustrasi miss v (ist)

4. Infeksi

Miss V basah dapat berarti alarm tanda bahaya ketika terjadi infeksi. Ciri-ciri utamanya adalah miss V terasa gatal, perih, hingga muncul sensasi terbakar. Tak hanya itu, keputihan setelah berhubungan juga bisa jadi sinyal terjadinya infeksi.

Beberapa contoh infeksi yang menyebabkan miss V basah dan mengeluarkan keputihan dengan aroma dan warna tidak normal adalah infeksi jamur, vaginosis bakteri, atau infeksi menular seksual lainnya.

Baca juga: Berapa Kedalaman Miss V Wanita? Ternyata Segini Ukurannya . . .

5. Miss V berkeringat

Miss V basah juga bisa terjadi karena keringat atau vaginal sweat. Hal ini bisa terjadi saat mendapatkan rangsangan awal saat bercinta, area vagina membesar karena aliran darah lebih kencang. Inilah yang menyebabkan miss V bisa mengalami transudate sehingga terasa lembap di bawah sana.

Menariknya, miss V basah juga bisa terjadi saat tubuh memberikan respons secara fisiologis.

Contohnya saat melihat gambar atau membaca sesuatu yang sensual. Meski demikian, bukan berarti hal ini berarti seorang wanita sedang horny atau terangsang.

Artinya, bukan berarti setiap kali seorang wanita mengalami vagina basah berarti dirinya  sedang terangsang. Itu hanyalah respons tubuh secara umum yang menunjukkan bahwa miss V sedang menjalankan fungsi anatominya.

Jadi, tak perlu khawatir berlebihan saat merasakan vagina basah. Selama tidak ada aroma dan warna yang berbeda dari biasanya, itu hanyalah respons alami vagina.(Sonora.id)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved