Breaking News:

Yogyakarta

Sebanyak 4.500 Tempat Usaha di DI Yogyakarta Langgar Aturan PPKM

Ribuan pelanggaran itu terjaring sejak tanggal 11 Januari 2021 lalu, atau sejak PPKM diterapkan untuk kali pertama.

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Satpol-PP DIY Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 4.500 tempat usaha di DI Yogyakarta kedapatan melanggar aturan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad menyatakan, pelanggaran itu terjaring sejak tanggal 11 Januari 2021 lalu, atau sejak PPKM diterapkan untuk kali pertama.

Seluruhnya mendapat sanksi berupa surat peringatan dari Satpol PP.

"Kebanyakan melanggar ketentuan 50 persen dari total kapasitas untuk makan di tempat," terang Noviar Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Hampir 100 Ribu Pelanggaran Prokes Ditemui Satpol PP DI Yogyakarta Selama Setahun Pandemi COVID-19

Menurut pemantauan Noviar, mayoritas tempat usaha yang melanggar berjenis rumah makan.

Jumlahnya mencapai 75 persen dari keseluruhan pelanggaran yang ditemui.

"Dari evaluasi yang paling taat itu mall, bandara, dan stasiun. Yang tidak taat rumah makan, tempat olahraga, dan warung jalanan," jelasnya.

Hingga saat ini sudah ada 106 tempat usaha yang dilakukan penutupan paksa selama 3x24 jam. 

Mereka memperoleh sanksi penutupan karena tak mengindahkan surat peringatan yang sempat dilayangkan petugas.

Baca juga: Satpol PP Kota Yogyakarta: Masih Banyak Pelaku Usaha Langgar Jam Malam Selama PPKM Mikro

"Semuanya rumah makan, ada yang rumah makan ada kafe kopi-kopi itu," tambahnya.

Noviar melanjutkan, untuk memastikan bahwa para pelanggar telah patuh, petugas akan kembali meninjau tempat usaha jika masa penutupan operasional telah berakhir. 

Seluruh tempat usaha dikatakan telah berbenah setelah menerima sanksi.

"Sepanjang pemantauan kami setelah diberikan sanksi sudah menetapkan protokol kesehatan," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved