Jawa

Rp308 Miliar Uang Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo Guyur Enam Desa di Klaten

Tanah yang terdampak tol Yogyakarta-Solo yang tersebar di enam desa itu jika ditotal berjumlah seluas 41,6 hektare.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
seorang warga Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten berfoto usai menerima pembayaran ganti kerugian tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Rabu (3/3/2021) lalu. 

Masih menurut Christian, untuk Desa Kuncen, Kecamatan Ceper terdapat 92 bidang tanah yang bakal diterjang tol Yogyakarta-Solo tersebut.

Sementara untuk Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, terdapat 72 bidang tanah milik warga yang bakal digilas pembangunan tol tersebut.

"Desa Kuncen sudah dilakukan musyawarah penetapan penggantian tol pada Selasa (9 Maret 2021) kemarin dan Desa Keprabon sehari setelahnya," urainya.

Ia mengatakan, warga pemilik tanah di dua desa tersebut mayoritas setuju dengan musyawarah penggantian tanah yang terdampak pembangunan tol Yogyakarta-Solo tersebut.

Baca juga: Ganti Untung Tol Yogyakarta-Solo di Klaten Sudah Cair, Bupati Sri Mulyani: Jangan Beli Sesuai Nafsu

Adapun mayoritas yang bakal digilas pembangunan proyek trans Jawa itu merupakan lahan persawahan.

"Pemilik tanah di Desa Keprabon 99 persen warganya setuju dengan bentuk dan nominal pengantian tanah yabg diajukan appraisal. Sedangkan untuk Desa Kuncen 88 persen warganya juga setuju. Alhamdulillah berjalan lancar proses musyawarah kemarin," papar Christian.

Disinggung terkait nominal yang bakal dibayarkan oleh pemerintah untuk ganti untung di dua desa itu, di akui Christian berjumlah cukup besar.

"Desa Kuncen dari 92 bidang yang terdampak itu akan dibayarkan sekitar Rp62 miliar. Kalau untuk Desa Keprabon 72 bidang jika ditotal sebesar Rp61 miliar," ungkapnya.

Menurut Christian, pada musyawarah pembangunan tol Yogyakarta-Solo di Klaten pada tahap kedua itu, bakal dilakukan di empat desa.

Selain Desa Kuncen, Kecamatan Ceper dan Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo juga bakal dilakukan di Desa Kranggan dan Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo.

Baca juga: Kementerian PUPR Diberi Waktu 2 Tahun Cari Lahan Pengganti Tanah Kas Desa Terdampak Tol Yogya-Solo

"Namun untuk Desa Glagahwangi belum turun surat undanganya dari BPN, kalau di Desa Kranggan jadwal musyawarahnya pada selasa depan," tambahnya.

Sekadar informasi, Sebaran jumlah kecamatan dan desa yang akan diterjang Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten sebanyak 50 desa yang berada di 11 kecamatan.

Hal itu diketahui, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/48 Tahun 2020 tanggal 15 September 2020 tentang Penetapan Lokasi (Penlok) Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Tol Yogyakarta - Solo di Kabupaten Klaten.

Dalam SK tersebut ditetapkan sebanyak 50 desa dari 11 kecamatan di Kabupaten Klaten yang akan dilalui pembangunan jalan tol seluas 3.775.217 meter persegi itu. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved