Breaking News:

OJK DIY Imbau UMKM Hindari Pinjaman Online Ilegal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menghindari meminjam uang

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Ketua OJK DIY Parjiman 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menghindari meminjam uang melalui pinjaman online (pinjol) ilegal.

Ketua OJK DIY, Parjiman mengatakan, kondisi pandemi banyak dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan.

"Selama pandemi, banyak UMKM yang permodalannya terganggu. Hal inilah yang menjadi potensi terjadinya pinjam uang online secara ilegal," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Jumat (12/03/2021).

Baca juga: Dispuspa Kabupaten Magelang Berkomitmen Selamatkan Dokumen Pemerintah

Menurut Parjiman, iming-iming akan kemudahan meminjam uang menjadi alasan banyak pelaku usaha melakukan hal tersebut.

Apalagi, kemudahan yang ditawarkan dari pinjol ilegal mulai dari suku bunga yang rendah, mudahnya syarat administrasi, hingga nominal peminjaman yang tak terbatas.

"Memang untuk meminjamnya lebih mudah. Namun, tidak adanya perjanjian yang mengikat kedua pihak menjadi celah terjadi kerugian," tuturnya.

OJK DIY mencatatkan sepanjang 2020 sebanyak 746 aduan terkait jasa keuangan termasuk pinjaman online ilegal.

Saat ini, hanya 148 pinjaman online berlisensi atau legal dibawah naungan OJK.

"Kalaupun,ingin meminjam uang secara online boleh saja namun harus legal dan dilindungi hukum. Sehingga, tak ada pihak yang rugi atau merasa dirugikan," ujarnya.

Baca juga: Kembali Digelar Massal, Pelaku Usaha di Malioboro Bakal Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Sementara itu, Parjiman melanjutkan, pelaku usaha juga bisa memanfaatkan pinjaman melalui bank-bank pemerintah untuk mendapatkan restrukturisasi.

Karena, secara khsusus pemerintah memfasilitasi UMKM terkait pendanaan akibat terdampak pandemi.

"Kami sangat mendorong UMKM untuk memanfaatkan stimulus yang diberikan pemerintah melalui perbankan. Sekaligus, meminimalisir risiko terjadinya penipuan atau hal lainnya," pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved