Breaking News:

Kabupaten Sleman

BNPB Promosikan Produk Kelompok Terdampak Bencana di Gebyar Produk Unggulan Nusantara

Produk-produk yang akan dipamerkan berasal dari UMKM hasil pemulihan ekonomi kelompok masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

istimewa
Stand BNPB dalam pameran Gebyar Produk Unggulan Nusantara yang digelar di Jogja City Mall, Jalan Magelang, Sleman, mulai Jumat (12/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM -  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut serta dalam pameran Gebyar Produk Unggulan Nusantara yang digelar di Jogja City Mall, Jalan Magelang, Sleman, mulai Jumat (12/3/2021).

Kegiatan ini digelar sebagai wujud layanan pemulihan dan peningkatan pascabencana bidang sosial, ekonomi dan SDA, dukungan pemasaran (duksar) hasil pendampingan pada kelompok terdampak bencana melalui pameran.

"Tujuannya adalah mempromosikan dan mengenalkan produk kelompok masyarakat yang terdampak sehingga dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan," ujar Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial Ekonomi BNPB, Yolak Dalimunthe.

Adapun produk-produk  yang akan dipamerkan berasal dari UMKM hasil pemulihan ekonomi kelompok masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: BNPB Minta Barak Pengungsian Gunung Merapi di Balerante Klaten Tetap Disiagakan

Antara lain kopi sajang, gula semut dan black garlic (Lombok, NTB), kopi cimbang (Sinabung, Sumatera Utara), kopi lajukela (Pekanbaru, Riau), kopi baratas (Banjarnegara, Jawa Tengah), kain lurik sanikem (Sukoharjo, Jawa Tengah), tepung mocaf (Sumedang, Jawa Barat). Selain itu ada juga produk jahe instan, kopi robusta tunggak semi, keripik pelepah pisang, olahan jamur, produk susu sapi (Sleman, Yogyakarta) serta beberapa produk kerajinan.

Keikutsertaan BNPB dalam Gebyar Produk Unggulan Nusantara di Yogyakarta ini, adalah yang pertama pada tahun 2021.

Rencananya kegiatan promosi produk hasil pendampingan kelompok masyarakat terdampak bencana akan dilaksanakan di beberapa kota lainnya.

Melalui kegiatan pameran ini, UMKM hasil pemulihan ekonomi dari daerah pascabencana diharapkan akan semakin terbuka akses pemasarannya dan perekonomian menjadi semakin pulih.

Di samping dukungan dalam wujud duksar, Yolak Dalimunthe menjelaskan apabila BNPB juga bekerja sama dengan tujuh universitas negeri untuk melakukan layanan pendampingan pemulihan dan peningkatan sosial, ekonomi dan SDA pascabencana.

Sekadar informasi, menurut World Bank Indonesia adalah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman bencana tinggi.

Baca juga: Kepala BNPB Instruksikan Upaya Mitigasi Bencana, Pemkab Magelang Ikuti Arahan BPPTKG

Kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh bencana meliputi sektor infrastruktur, psikologis, sosial dan ekonomi.

Dampak langsung bencana alam terhadap sektor ekonomi adalah hilangnya sumber pendapatan ekonomi dikarenakan rusaknya fasilitas, alat, bahan dan market produksi.

"Untuk mengatasi hal ini maka dilaksanakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk memulihkan kegiatan ekonomi dan mata pencaharian korban bencana. Dan, BNPB melalui Direktorat Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Ekonomi dan SDA, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, bekerja sama dengan tujuh universitas negeri di Indonesia melakukan layanan pendampingan pemulihan dan peningkatan sosial, ekonomi dan SDA pascabencana," ujar Yolak Dalimunthe.

Ketujuh universitas tersebut yaitu Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Tadulako Palu, Universitas Mataram, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, Universitas Jenderal Soedirman. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved