Erupsi Gunung Merapi
UPDATE Gunung Merapi, Muntahkan 2 Kali Guguran Lava Pijar, Jarak Maksimal 500 Meter Pagi Ini
Gunung Merapi (2.968 mdpl) masih menunjukkan aktivitas erupsi pagi ini (Kamis, 11/3/2021).
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl) masih menunjukkan aktivitas erupsi pagi ini (Kamis, 11/3/2021).
Selama pukul 00.00-06.00 WIB ini, Gunung Merapi teramati memuntahkan 2 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 500 m ke arah barat daya.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan, pada periode ini gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Baca juga: Hari Ini Umat Muslim Peringati Isra Miraj, Apa itu Isra Miraj dan Amalan Apa yang Bisa Dilakukan?
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengungkapkan aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode ini antara lain 42 gempa guguran dengan amplitudo 3-38 mm dan durasi 10-62 detik serta 3 gempa hembusan dengan avmplitudo 3-4 mm dan durasi 12-14 detik.
Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.
Suhu udara 14-22 °C, kelembaban udara 70-97 persen, dan tekanan udara 627-704 mmHg.
Sementara, pada periode sebelumnya, Rabu (10/3/2021) pukul 18.00-24.00 WIB, gunung tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
"Teramati 12 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya," imbuh Hanik.
Aktivitas kegempaan yang terjadi antara lain 41 gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm dan durasi 11-85 detik serta 3 gempa hembusan dengan amplitudo 3-5 mm dan durasi 11-15 detik.
Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG Yogyakarta Hari Ini, 11 Maret 2021
Secara meteorologi, cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udara 20-22 °C, kelembaban udara 56-75 persen, dan tekanan udara 919-937 mmHg.
Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).
Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.
Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Hanik menyampaikan, daerah di luar potensi daerah bahaya saat ini kondusif untuk beraktivitas sehari-hari.
"Diharapkan dapat berlangsung seterusnya. Namun, jika terjadi perkembangan erupsi yang mengarah ke daerah tersebut setidaknya masyarakat sudah memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Hal ini sesuai dengan konsep living harmony dengan Merapi," tandasnya. (uti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/foto-gunung-merapi-kamis-1132021-pukul-0605-wib-via-pgm-selo.jpg)