Breaking News:

Kota Yogyakarta

Pengunjung Malioboro Melonjak, DPRD Kota Yogya Sebut Ini Berkah Sekaligus Prihatin

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta didesak supaya bisa mengantisipasi adanya kerumunan, sehingga tidak muncul sebaran corona.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadlan
Anggota DPRD Kota Yogya, Rini Hapsari. 

TRIBUNJOGJA.COM - Kalangan legislatif melihat lonjakan pengunjung di kawasan Malioboro sebagai berkah untuk pelaku usaha di sana.

Namun, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta didesak supaya bisa mengantisipasi adanya kerumunan, sehingga tidak muncul sebaran corona.

Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Rini Hapsari mengaku tidak memperkirakan lonjakan wisatawan bisa sesignifikan ini.

Menurutnya, hal tersebut patut disyukuri, karena perekonomian masyarakat yang beraktivitas di Malioboro bisa kembali bergeliat seperti sedia kala.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Meyakini, Long Weekend Tidak Akan Berdampak pada Lonjakan Kasus Covid-19

"Alhamdulillah, saya lihat tadi Malioboro ramai. Tentunya senang ya, di satu sisi, karena teman-teman PKL, restoran, hotel dan pelaku pariwisata pasti bersyukur, karena para wisatawan berdatangan," ujarnya, Kamis (11/3/2021).

Akan tetapi, lantaran long weekend kini terjadi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, maka muncul keprihatinan.

Apalagi, Rini menyampaikan, jika ada lonjakan pengunjung, petugas Jogoboro pun dipastikan kewalahan mengantisipasi.

"Jadi, selain senang, di sisi lain ada keprihatinan. Oke, ya, Malioboro dibuka, tapi kan Jogoboro tidak mungkin bisa mengantisipasi lonjakan di Malioboro," ungkapnya.

Baca juga: Antisipasi Kerumunan, Jumlah Maksimal Pengunjung Malioboro Diturunkan Jadi 400 Per Zona

Untuk mengantisipasinya, ia mendorong pemerintah agar melibatkan pedagang, dan semua pelaku wisata Malioboro, dalam upaya pengawasan protokol kesehatan.

Menurutnya, mereka harus berani tegas terhadap semua pengunjung, yang kedapatan tidak disiplin menerapkan prokes.

"Kalau lihat begitu di Malioboro, ya tanyakan, 'maskernya mana?', kalau mau beli ngga pakai masker, jangan diterima. Saling menjaga lah. Makanya, libatkan pedagang untuk ikut serta mendisiplinkan protokol kesehatan," ujarnya.

"Terus, kalau perlu, Pemkot membekali pedagang dengan masker. Kasihkan ke setiap pengunjung yang belum pakai masker," imbuh politisi Partai Demokrat itu. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved