Breaking News:

Hasil ASPD SD dan SMP Bisa Jadi Pertimbangan PPDB Jenjang Selanjutnya

Dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (Disdikpora) DIY bersama dinas pendidikan masing-masing kabupaten/kota akan segera

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Maruti Asmaul Husna
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Bakhtiar Nurhidayat. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (Disdikpora) DIY bersama dinas pendidikan masing-masing kabupaten/kota akan segera menyelenggarakan asesmen standardisasi pendidikan daerah (ASPD) untuk jenjang SD dan SMP

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY, Bakhtiar Nurhidayat, mengatakan ASPD bertujuan untuk melihat kompetensi para peserta didik dari hasil belajar selama ini. 

Menurutnya, hasil ASPD tidak untuk menentukan kelulusan peserta didik. Kendati demikian, hasil ASPD dapat digunakan untuk pertimbangan penerimaan siswa menuju jenjang pendidikan selanjutnya, di samping nilai rapor. 

Baca juga: Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto Mengantarkan Jenazah Ibunda ke Peristirahatan Terakhir di Sleman

"Ini bukan untuk kelulusan, tetapi bisa digunakan sebagai penghitungan untuk ke jenjang selanjutnya, bisa sebagai acuan. Di samping nilai rapor," ujarnya kepada Tribun Jogja, Kamis (11/3/2021). 

Bakhtiar melanjutkan, meskipun demikian, penentuan penerimaan siswa dari SD menuju SMP merupakan wewenang dinas pendidikan kabupaten/kota. 

"Kami tidak tahu. aat ini pemerintah kabupaten/kota sedang menyusun pedoman PPDB (penerimaan peserta didik baru) 2021," imbuhnya. 

Sementara, untuk penerimaan siswa baru jenjang SMA yang merupakan wilayah kewenangan Disdikpora DIY, menurut Bakhtiar, hasil ASPD dapat ikut dipertimbangkan. 

Adapun pelaksanaan ASPD jenjang SMP di DIY adalah 5-8 April 2021. Sedangkan, jenjang SD direncanakan akhir Mei. 

Bakhtiar menambahkan, pihaknya juga bekerja sama dengan Satgas Covid-19 dalam penyelenggaraan ASPD. Sebab, hal itu akan melibatkan siswa untuk hadir secara tatap muka di sekolah. 

Baca juga: Klaster Baru Penularan Covid-19 Muncul di Tasikmalaya, Berawal dari Kegiatan Senam Aerobik Bersama

"Kami bekerja sama dengan Satgas Covid-19 dan sedang didiskusikan. Siswa harus hadir di sekolah, namun tidak sampai 50 persen," terangnya. 

"Untuk jenjang SD, di Gunungkidul berbasis komputer, sementara 4 kabupaten/kota lain berbasis kertas. Untuk jenjang SMP semua berbasis komputer," sambungnya. (uti) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved