Breaking News:

Bisnis

PHRI DI Yogyakarta Harapkan Adanya Stimulus Kelanjutan dari Pemerintah untuk Bertahan

PHRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai stimulus lanjutan masih diperlukan bagi industri wisata untuk bertahan.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai stimulus lanjutan masih diperlukan bagi industri wisata untuk bertahan.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, laju industri wisata masih belum optimal sejak pandemi merebak.

"Kegiatan usaha kami bergantung pada mobilitas masyarakat. Sehingga, ketika pandemi yang memaksa masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah tentu imbasnya begitu terasa bagi kami," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (08/03/2021).

Selain itu,  lanjut Deddy, adanya kebijakan yang dibuat pemerintah untuk menekan angka penularan COVID-19 juga faktor lain yang  berpengaruh pada jalannya usaha industri wisata terutama sektor horeka.

Baca juga: PPKM Mikro di DI Yogyakarta Diperpanjang, PHRI DIY Desak Pemerintah Realisasikan Relaksasi

Mulai dari pemberlakuan antigen bagi wisatawan hingga pembatasan sosial Jawa dan Bali (PSTKM).

"Sejauh ini , peningkatan okupansi masih landai apalagi PSTKM yang terus diperpanjang. Alhasil, okupansi hanya naik 20-35 persen saja. Dengan pendapatan seperti itu,  tentu sangat dibutuhkan stimulus untuk meringankan beban operasional kami," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintaj sudah memberikan stimulus dan dana hibah bagi sektor horeka.

Di mana, penyaluran dana hibah diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi.

"Sudah pernah diberikan pemerintah bantuan tersebut. Namun, kami rasa dengan kondisi seperti ini perlu sekali stimulus lanjutan untuk merangsang pergerakan industri wisata,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved