Breaking News:

Bakal Hadapi Momen Krusial, Pemkot Yogyakarta Siap Ikuti Instruksi Perpanjangan PPKM

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang mulai 8-22 Maret 2021 mendatang.

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang mulai 8-22 Maret 2021 mendatang.

Pemkot Yogyakarta sejauh ini pun tetap berkomitmen menjalankannya, untuk menekan persebaran Covid-19 yang kini mulai mereda.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyampaikan, pihaknya masih konsisten menggelar PPKM bersama daerah-daerah lain.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang, KAI Daop 6 Yogyakarta Tambah Perjalanan Kereta Api

Sehingga, ketika pemerintah pusat memberikan instruksi untuk perpanjangan, Pemkot pun siap melaksanakan.

"Kalau dilakukan perpanjangan, ya, tentu kita perpanjang, diperkuat, agar betul-betul mampu menekan kasus, di Kota Yogyakarta terutama," ujarnya, Senin (8/3/2021).

Menurutnya, perpanjangan PPKM ini bisa dijadikan sebagai kunci, karena beberapa bulan ke depan, pemerintah bakal menghadapi beberapa momentum krusial.

Mulai dari puasa, lebaran, sampai pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, ataupun offline.

"Kalau misal mungkin memulai proses pembelajaran di Juli, untuk bisa sampai ke sana, kita harus menurunkan kasus. Selain PPKM, semua upaya kita tempuh, baik vaksinasi, testing dan tracing, agar terkendali," katanya.

Heroe menuturan, arah dari PPKM jilid kesekian ini, tetap difokuskan ke skala mikro, bagaimana cara mengendalikan mobilitas masyarakat di daerah tertentu.

Ia menyampaikan, meski secara epidemiologis wilayah berstatus zona merah telah menurun, kelengahan tak boleh terjadi.

"Memang, akhir-akhir ini kecamatan yang zona merah itu tinggal satu, kelurahan juga tinggal beberapa. Tapi, bukan berarti kita sekarang bisa melepaskan semua prokes, ya, karena sebenarnya kan itu makin penting, supaya tidak muncul pertumbuhan kasus lagi," tandasnya.

Baca juga: Sarjana Keguruan Asal Magelang Ini Sukses Buka Usaha Barber Shop, Omzet Rp 60 Juta per Bulan

Selain memperketat pelaksanaan di komunitas-komunitas lingkup terkecil, layaknya RT dan RW, pihaknya juga akan memperkuat penerapan protokol kesehatan di layanan publik, salah satunya adalah pasar tradisional.

"PPKM jadi upaya, bagaimana supaya kita semua, pelaku usaha, masyarakat, konsisten melaksanakan prokes, untuk peningkatan kehidupan ekonomi. Karena kalau kita tidak konsisten, ya kembali dari nol lagi," terangnya.

"Makanya, mengapa kita perpanjang lagi, perpanjang lagi, adalah untuk menciptakan kondisi bahwa prokes ini harus dijalankan kapanpun, dimanapun. Selama masih banyak orang yang belum disiplin, ekonomi ya sulit tumbuh," pungkas Wakil Wali Kota Yogyakarta itu. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved