Breaking News:

Tingkat Okupansi Hotel di DIY Diprediksi Tak Alami Peningkatan Signifikan Saat Libur Isra Miraj

Saat sebelum pandemi, libur panjang akhir pekan biasanya mampu mendongkrak okupansi hotel hingga 80 persen

Tribunjogja.com |Azka Ramadan
Kawasan Tugu Pal Daerah Istimewa Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY memprediksi bahwa tingkat okupansi hotel di DI Yogyakarta tak akan mengalami peningkatan signifikan selama libur Isra Miraj, di akhir pekan ini.

Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengungkapkan terkait hotel yang dikelolanya, hingga saat ini Deddy sama sekali belum menerima reservasi.

"Belum ada reservasi yang masuk untuk libur Isra Miraj," terangnya kepada Tribun Jogja, Minggu (7/3/2021).

Adapun untuk anggota PHRI lainnya, Deddy mengakui adanya peningkatan tingkat okupansi, hanya saja tidak signifikan.

Baca juga: ASN Pemda DIY Dilarang Melakukan Perjalanan ke Luar Daerah Saat Libur Isra Miraj

Baca juga: Jelang Libur Isra Miraj, Pemda DIY Akan Gelar Razia Surat Rapid Antigen di 3 Titik Lokasi Perbatasan

Deddy melanjutkan, saat ini rata-rata tingkat okupansi hotel di DIY berkisar antara 20 hingga 30 persen. 

Padahal saat sebelum pandemi, libur panjang akhir pekan biasanya mampu mendongkrak okupansi hotel hingga 80 persen.  

Menurut Deddy, rendahnya tingkat okupansi disebabkan karena pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Hal itu membuat wisatawan berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan wisata. 

Pasalnya pemerintah setempat mewajibkan para pelancong untuk membawa dokumen surat keterangan negatif antigen.

"Berarti ada pengaruh dari PPKM. Karena mereka (wisatawan) nunggu tanggal 8, untuk memastikan apakah PPKM diperpanjang atau tidak. Ternyata sebelum tanggal 8 sudah ada pengumuman itu (perpanjangan PPKM)," urainya.

Baca juga: Tingkat Partisipasi Warga dalam Vaksinasi Massal di Malioboro Yogyakarta Capai 85,18 Persen

Baca juga: Beberapa Penerima Vaksin Covid-19 di Bantul Alami KIPI Ringan

Untuk memastikan penerapan protokol kesehatan di hotel-hotel dan restoran, anggota PHRI DIY telah melakukan beragam upaya.

Misalnya terlibat dalam program vaksinasi nasional dan mengurus sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif.

"Jadi kami berharap wisatawan tetap dapat berkunjung ke Yogya," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved