Breaking News:

Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Akan Perluas Penggunaan Retribusi Non Tunai di Pasar

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarya, Yunianto Dwi Sutono menuturkan, penerapan pembayaran digital baru dilakukan di dua pasar besar di Kota Yogya

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas perdagangan Kota Yogyakarta berencana memperluas penggunaan pembayaran elektronik untuk retribusi pasar.

Pembayaran digital tersebut, dinilai lebih efektif dari segi kecepatan maupun keamanan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarya, Yunianto Dwi Sutono menuturkan, penerapan pembayaran digital baru dilakukan di dua pasar besar di Kota Yogyakarta yakni Pasar Beringharjo dan Demangan.

Baca juga: CfDS dan FKKMK UGM Bahas Tantangan Healthtech untuk Program Nirlaba dan Kemanusiaan

"Memang baru ada dua pasar yang kami jadikan percontohan untuk pembayaran retribusi digital ini. Sehingga, evaluasi dari kedua pasar dapat dijadikan rujukan untuk pasar-pasar kecil lainnya. Kami buat secara bertahap," jelasnya saat dihubungi Tribun Jogja, pada Sabtu (06/03/2021).

Selain untuk transaksi digital, lanjut Yunianto, penggunaan retribusi non-tunai juga berlaku untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di masa pandemi.

Terutama penularan melalui sentuhan fisik atau uang yang dapat menjadi media berkembangnya virus maupun bakteri.

"Kalau pakai non tunai, pada pembayaran retribusi akan memudahkan semua pihak baik dari pedagang maupun petugas ketika hendak melakukan pembayaran," ujarnya.

Baca juga: UPDATE Skuad Manchester United Jelang Liga Inggris MAN CITY vs MU, Pogba & Martial Pulih dari Cedera

Sementara itu, kendala yang ditemui dari penggunaan retribusi digital yakni masih banyak pedagang yang belum terbiasa menggunakan teknologi untuk pembayaran.

Ditambah lagi, kepemilikan gawai juga belum merata bagi para pedagang.

"Memang tantangannya dibagian teknologi ini. Karena, rata-rata pedagang  sudah tak berusia muda sehingga sulit beradaptasi dengan tekonologi. Hal ini yang ke depannya menjadi tugas kami agar ada solusi untuk mengatasinya," urainya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved