Breaking News:

Sebanyak 43 Persen Penyaluran Kredit di DI Yogyakarta Diberikan kepada Pelaku UMKM 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan sebanyak 43 persen penyaluran kredit oleh perbankan

Tangkapan Layar
Ketua OJK DIY Parjiman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan sebanyak 43 persen penyaluran kredit oleh perbankan disalurkan ke pelaku UMKM.

Merujuk pada data OJK DIY, pada tahun 2020 senilai Rp 20,12 triliun pembiayaan disalurkan kepad UMKM dari total pembiayaan kredit secara keseluruhan sebesar Rp 46,89 triliun.

Penyaluran kredit dilakukan oleh 59 perbankan yang terdiri dari 1 bank yang berpusat di wilayah Yogyakarta (BPD DIY) dan 58 kantor cabang bank umum atau syariah.

Baca juga: Orang Tua Siswa Sambut Baik Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di 10 Sekolah di DI Yogyakarta

Kepala OJK DIY, Parjiman mengatakan, penyaluran kredit sebagai langkah memulihkan ekonomi nasional.

"Sesuai dengan program PEN, UMKM menjadi salah satu sektor yang paling didukung untuk menerima manfaat dari adanya relaksasi kredit yang diberikan oleh pemerintah," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Jumat (05/03/2021).

Dari pembiayaan yang diberikan kepada pelaku UMKM. Ternyata turut mempengaruhi non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah di perbankan.

Nilai NPL turut mengalami penurunan, pada tahun 2019 mencapai 2,73 persen sedangkan pada 2020 sebesar 2,64 persen.

"Tentu, ini capaian  yang sangat baik untuk kinerja industri keuangan terutama perbankan. Di mana capaian NPL tahun 2020, kontribusi UMKM juga menurun hanya 3,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 3,45 persen. Tentu ini, pergerakan yang baik," ucapnya.

Baca juga: PPKM Mikro di DI Yogyakarta Diperpanjang, PHRI DIY Desak Pemerintah Realisasikan Relaksasi

Ia menambahkan, ke depannya pemanfaatan kredit kepada pelaku UMKM harus terus didorong untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Namun, bagi perbankan tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian sebelum meminjamkan dananya kepada debitur.

"Tetap kami ingatkan kepada perbankan untuk menghindari moral hazard agar bank tetap terjaga likuiditasnya. Jadi, harus teliti sebelum memberikan  pembiayaan kepada debitur," urainya. (ndg)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved