Serie A
INTER MILAN: Ini Julukan Baru Conte Setelah Hidupkan Kembali Performa Pemain-pemain Buangan
Alexis Sanchez adalah pemain terbaru yang dihidupkan kembali atau dibangkitkan oleh pelatih Inter Milan Antonio Conte.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Alexis Sanchez adalah pemain terbaru yang dihidupkan kembali atau dibangkitkan oleh pelatih Inter Milan Antonio Conte.
Sanchez adalah kunci dalam kemenangan 2-1 Inter atas Parma semalam dengan mencetak kedua gol Nerazzurri dan menurut Gazzetta dello Sport, Sanchez telah mengubah statusnya di San Siro.
Setelah performa gemilangnya, Conte bahkan disebut sebagai ‘Dukun’ yang mampu membangkitkan orang dari kematian permainannya, seperti dikutip Tribun Jogja dari Sempre Inter.
Sebagai pengingat, Sanchez sebelumnya adalah pemain gagal –setidaknya menurut Ole Gunnar Solskjaer– yang didatangkan dari Manchester United musim lalu.
Selain Sanchez, Romelu Lukaku dan Matteo Darmian adalah mantan anak asuh Solskajer yang dibuang dari Old Trafford gara-gara dianggap tidak berguna.
Conte disebut oleh surat kabar Milan sebagai seorang dukun, yang mampu mengembuskan kehidupan baru kepada mereka yang tampaknya telah kehilangan permainannya.

Keraguan yang menyertai pemain tim nasional Chili itu sepanjang musimnya dengan tim Biru-Hitam telah berakhir.
Mantan pemain Manchester United itu telah bangkit dan senjata nyata bagi Conte seperti yang ditunjukkan oleh tiga golnya dalam dua pertandingan terakhir.
Sanchez sekarang memiliki lima gol musim ini yang merupakan peningkatan dari empat gol terakhir musim lalu.
Dengan 13 pertandingan tersisa musim 2020-21 Bagi Inter, Sanchez memiliki setiap peluang untuk menambah jumlah golnya.
GDS mengatakan El Nino Maravilla atau Anak Ajaib --julukan Sanchez-- sekarang menjadi senjata rahasia bagi Conte saat Inter berupaya mengamankan gelar Serie A.
Mental & performa berkembang
Setelah menjadi pahlawan kemenangan 2-1 atas Parma, Alexis Sanchez yakin banyak pemain di Inter Milan telah berkembang pesat sejak kalah di final Liga Europa tahun lalu.
Pasukan Antonio Conte sekarang unggul enam poin dari AC Milan di klasemen Liga Italia Serie A.
“Kami tidak boleh menyerah dan terus seperti ini,” tegas Sanchez dalam wawancara dengan penyiar klub resmi Inter Inter TV setelah pertandingan di Emilia-Romagna pada Kamis malam.

“Pertandingan ini penting. Saya mengatakan ini kepada rekan satu tim saya sebelum permainan, kita tidak boleh menyerah, kita berada di jalur yang benar.
“Apakah kita perlu melalui pertandingan ini untuk membidik Scudetto? Saya rasa begitu, ketika kami bermain di final Liga Europa, banyak pemain yang mengubah pola pikir mereka, bahkan pelatihnya.
“Kami telah berkembang secara mental dan dalam segala aspek.”
Sanchez kemudian mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pelatih Inter Antonio Conte atas peluang yang dimilikinya.
"Saya merasa baik-baik saja, Conte memiliki lebih banyak pengalaman daripada saya, dia melihat saya setiap hari.
“Saya senang dengan kesempatan yang dia berikan kepada saya dan berjuang untuk sesuatu."
Dia adalah pemain Chili pertama sejak mantan penyerang Inter Ivan Zamorano yang mencetak dua gol saat bertandang ke Parma.
“Zamorano, pemain Chili terakhir yang mencetak dua gol di Parma? Kami hampir sama.”
Bersama Lukaku & Darmian dibuang MU

Seperti diketahui, Sanchez dianggap tidak berguna oleh Manchester United hingga dipinjamkan lalu dipermanenkan Inter Milan.
Namun ternyata pada laga melawan Genoa akhir pekan lalu, eks trio Setan Merah tersebut tampil cemerlang setelah masing-masing mencetak gol untuk kemenangan 3-0 bagi Nerrazzurri.
Alexis Sanchez menandatangani kontrak permanen bersama Inter Milan pada 6 Agustus 2020, setelah mengarungi satu musim dengan status pemain pinjaman dari Man United.
Hal tersebut berdasarkan rilis Inter Milan yang diunggah pada laman resmi klub di hari yang sama, yang menjelaskan bahwa Alexis Sanchez telah bergabung dengan status bebas transfer.
Pemain berkebangsaan Cile itu menandatangani kontrak permanen dengan Inter Milan hingga Juni 2023.
Setelah Alexis Sanchez resmi dipermanenkan Inter Milan, Solskjaer kemudian memberi pernyataan terkait alasan yang membuat dirinya rela melepas sang pemain dengan status bebas transfer.
Solskjaer mengatakan bahwa dirinya tak kunjung melihat peningkatan performa Sanchez saat masih tampil bersama pasukan Setan Merah, julukan Man United.
Padahal, Man United sebelumnya harus mengocek kantong cukup dalam ketika mendatangkan Sanchez dari Arsenal pada 2018.

Dikutip dari Transfermarkt, Man United membeli Sanchez dari Arsenal dengan mahar 70 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun.
"Untuk alasan apa pun, kami tidak melihat yang terbaik dari Alexis," ungkap Solskjaer, dikutip dari Football Italia via Kompas.com.
Adapun Sanchez telah mengoleksi empat gol dan 10 assist selama satu musim menjalani masa pinjaman di kubu Nerazzurri, julukan Inter Milan.
Salah satu penampilan terbaik Sanchez selama berada di bawah asuhan Antonio Conte terukir pada pekan ke-29 Serie A, kasta tertinggi Liga Italia 2019-2020.
Saat itu, Sanchez menyumbangkan satu gol dan dua assist ketika membawa Inter Milan menang 6-0 atas Brescia.
Romelu Lukaku

Sebelumnya, ada musim panas 2019, Romelu Lukaku sebelumnya juga dianggap tidak dapat berkembang di bawah asuhan Solskjaer hingga hengkang ke Inter Milan.
Namun pemain asal Belgia itu kini dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulan Februari oleh Asosiasi Pesepakbola Italia (AIC).
Rekan-rekan Lukaku di Serie A, serta pemain di Serie B dan Serie C, memilihnya sebagai pemain terbaik bulan lalu, seperti yang diumumkan oleh AIC di profil Instagram mereka.
Serie A minggu ini dan sekarang menjadi pemain 27 tahun memiliki pengakuan formal lain untuk penampilannya yang spektakuler.
Mantan pemain Manchester United itu mengalami Februari yang hebat, mencetak empat gol dan memberikan tiga assist untuk total kontribusi tujuh gol.
Bulan ini juga, memberikan assist untuk kedua gol Alexis Sanchez dalam kemenangan tandang 2-1 semalam di Parma.
Selain itu, Romelu Lukaku adalah pencetak gol terbanyak ketiga Eropa di belakang Lewandowski & Ronaldo sejak bergabung dengan Inter Milan
Performa pencetak gol sensasional Romelu Lukaku untuk Inter dimasukkan ke dalam perspektif oleh perusahaan statistik Opta.
Pemain Belgia ini telah mencetak 58 gol di semua kompetisi sejak bergabung dengan Nerazzurri dari Manchester United pada 2019.
Sebagaimana dirujuk oleh FcInterNews.it, hanya dua pemain di lima liga top Eropa yang mencetak lebih dari Lukaku sejak awal musim 2019-20.
Robert Lewandowski dari Bayern Munchen memimpin dengan 89 gol yang luar biasa di semua kompetisi, mengungguli Cristiano Ronaldo di Juventus dengan 63.
Lukaku mencetak gol untuk ke-24 kalinya musim ini pada hari Minggu, memecah kebuntuan dalam kemenangan 3-0 Inter atas Genoa di dalam 32 detik.
Pada laga melawan Parma, meski tidak berhasil mencetak gol, Lukaku mencatatkan dua assist bagi gol Alexis Sanchez dalam kemenangan 2-1 di Stadion Ennio Tardini.
Matteo Darmian

Selain Sanchez dan Lukaku yang menjadi pemain buangan Manchester United dan kemudian bangkit secara mental dan permainan, pemain lainnya adalah Matteo Darmian.
Bahkan perkembangan pemain asal Italia itu disebutkan sendiri oleh Antonio, setelah bek sayap itu tampil gemilang saat menggantikan peran Achraf Hakimi.
"Jangan lupa bahwa melawan Genoa, Matteo Darmian adalah satu dari pemain terbaik di lapangan," katanya.
Darmian pun mengakui perkembangan yang telah dia buat sebagai pemain dalam waktu singkatnya bersama Inter Milan.
“Saya pasti telah meningkat pesat. Yang penting bersiaplah. Kami tahu bahwa ada banyak pertandingan dan kami membutuhkan semua orang, ini bukan musim yang mudah.
"Ya, pasti. Kami telah berkembang pesat dari semua sudut pandang. Di level grup kami merasa sangat baik dan ini juga bisa dilihat di lapangan.
"Kekuatan kami adalah kami semua merasa penting dan membuat diri kami siap untuk pelatih."
“Kami harus bergerak maju di jalur yang benar ini, di sana masih ada beberapa pertandingan tersisa tetapi kami ingin berjuang sampai akhir dan kami harus terus bekerja dengan kepala tertunduk.”
"Saya memiliki empat tahun penting di Manchester yang membuat saya berkembang dari semua sudut pandang.
"Bermain di jenis sepak bola lain dan hidup di budaya lain membuat saya tumbuh, saya senang bahwa Romelu dan Alexis juga mencetak gol.”