Breaking News:

Dinas Sosial DIY Lakukan Pemulangan Klien Pasca Rehabilitasi Awal di Camp Assessment

Dinas Sosial (Dissos) DIY pagi ini (Kamis, 4/3/2021) melakukan reintegrasi atau pemulangan klien yang selama ini direhabilitasi di rumah

TRIBUNJOGJA/ Maruti Asmaul Husna
Pemulangan klien dari Dinas Sosial DIY diterima oleh pemerintah desa di Kelurahan Pleret didampingi Dinas Sosial Bantul. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Sosial (Dissos) DIY pagi ini (Kamis, 4/3/2021) melakukan reintegrasi atau pemulangan klien yang selama ini direhabilitasi di rumah Camp Assessment Dissos DIY.

Setelah melalui program rehabilitasi awal selama tiga minggu, klien yang dinilai oleh Pekerja Sosial telah siap dipulangkan tersebut dikembalikan kepada pihak pemerintah desa dan keluarganya.

Jumlah klien yang dipulangkan hari ini adalah 3 orang, salah satunya adalah klien laki-laki yang beralamat di Desa Bedukan, Pleret, Bantul.

Pendamping sosial Camp Assessment Dissos DIY, Almira Suryanita, mengatakan klien tersebut mulanya terjaring kegiatan penjangkauan Satpol PP karena melakukan tindakan pengemisan dengan menjadi manusia silver.

"Yang bersangkutan terjaring karena melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2014 (Penanganan Gelandangan dan Pengemis) yang mana dilarang mengamen, melakukan tindakan pengemisan termasuk dengan cara menjadi manusia silver. Akhirnya terjangkau Satpol PP dan mendapat pembinaan dan rehabilitasi di Camp Assessment Dinas Sosial," tuturnya ditemui saat kegiatan pemulangan, Kamis (4/3/2021).

Menurut Almira, di dalam peraturan rehabilitasi awal dilakukan selama maksimal 3 bulan. Namun, untuk klien kali ini melalui SOP, dinilai sudah siap untuk reintegrasi sosial dengan keluarga dan masyarakat sehingga proses rehabilitasi hanya dilakukan 3 minggu.

"Harapan kami setelah pemulangan ini klien tidak mengulangi perbuatannya, tidak melanggar Perda lagi, keluarga bisa memantau dan memberi nasihat, Pemdes juga memantau supaya tidak melanggar Perda," ucapnya.

"Harapannya dari klien sendiri bisa beraktivitas normal. Sebenarnya klien ini sendiri bekerja, menjadi pedagang, tetapi karena terdampak pandemi ini akhirnya banting setir istilahnya. Jadi pekerjaannya bisa terus berjalan tidak kembali ke jalan lagi," sambungnya.

Adapun pembinaan dan rehabilitasi yang dilakukan di antaranya pembinaan rohani, kewarganegaraan, bimbingan rehabilitasi sosial, bimbingan fisik, achievement motivation training, dan bimbingan kesenian.

Halaman
12
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved