Breaking News:

Kepala BNPB Instruksikan Upaya Mitigasi Bencana, Pemkab Magelang Ikuti Arahan BPPTKG

Pemerintah daerah diminta untuk bersiap dan melakukan mitigasi terhadap ancaman bencana alam mengingat meningkatnya aktivitas cuaca

Istimewa
Bupati Magelang, Zaenal Arifin didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nanda Cahyadi Pribadi, serta Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto saat mengikuti Rakor Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah daerah diminta untuk bersiap dan melakukan mitigasi terhadap ancaman bencana alam mengingat meningkatnya aktivitas cuaca dalam beberapa pekan terakhir.

Hal itu diungkapkan Kepala BNPB, Doni Monardo dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana Tahun 2021 melalui telekonference, Rabu (3/3/2021).

Melalui rapat tersebut, seluruh instansi pemerintah, TNI dan Polri, serta pemerintah daerah diminta harus bersinergi melakukan berbagai upaya pencegahan mitigasi, termasuk di dalamnya perencanaan pembangunan yang berlandaskan pengurangan resiko bencana, pelibatan pakar, memperkuat sistem peringatan dini, serta menyusun rencana kontijensi.

Baca juga: Pemain Baru PSS Sleman, Wawan Febrianto Mengundurkan Diri

Doni menyebutkan dari awal Februari 2020 hingga akhir Februari 2021 BNPB mencatat terdapat 3.293 kejadian bencana di Indonesia.

"Ini artinya setiap hari setidaknya ada 9 kali kejadian bencana, apakah itu gempa, tsunami, erupsi gunung berapi, banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung," ungkap Doni.

Sementara, Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengatakan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Magelang masih mengikuti arahan dari BPPTKG terkait kondisi Gunung Merapi terkini.

Namun demikian, Ia menghimbau bagi masyarakat yang berada di wilayah terdekat/lereng Merapi (KRB III) untuk tetap siaga dan waspada. 

"Apabila nanti sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi, masyarakat sudah siap untuk mencari titik teraman bagi dirinya dan keluarganya. Paling tidak untuk meminimalisir korban jiwa. Kita berharap 0 atau zero korban jiwa" kata, Zaenal.

Baca juga: Ketum PBNU Said Aqil Siradj Dikabarkan Diangkat Jadi Komisaris Utama PT KAI

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto menambahkan bahwa, untuk mengurangi potensi terjadinya pohon tumbang akibat terpaan angin kencang atau puting beliung, masyarakat dihimbau untuk memangkas ranting pohon di musim penghujan untuk mengurangi beban.

"Masyarakat yang punya atau ada pohon-pohon besar yang rindam ada baiknya dipangkas agar tidak tumbang saat diterpa angin dan hujan. Ini salah satu mitigasi bencana yang mudah untuk dilakukan masyarakat," pungkas Edi. (jsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved