Breaking News:

Bank Indonesia DIY Dorong Masyarakat Tingkatkan Konsumsi

Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) per Februari 2021 sebesar 0,14 persen

KOMPAS.com/NURWAHIDAH
lustrasi uang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatatkan Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) per Februari 2021 sebesar 0,14 persen (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya 0,54 persen (mtm).

Hal serupa pun terjadi jika dihitung dalam tahunan. Di mana, inflasi tercatat 1,41 persen (yoy) lebih rendah dari bulan sebelumnya 1,68 persen (yoy).

Deputi Kepala Perwakilan BI DIY, Miyono menuturkan, rendahnya capaian inflasi mengindikasi rendahnya tingkat konsumsi masyarakat di wilayah Yogyakarta.

Baca juga: PSS SLEMAN: Wawan Febrianto Mundur dari Skuad Super Elja

"Kelompok inflasi inti masih rendah, hal ini menunjukkan konsumsi masyarakat belum kuat. Saat ini, kelompok inflasi paling tinggi terjadi pada kelompok sewa rumah yakni sebesar 0,31 persen. Biasanya kenaikan sewa rumah terjadi setiap awal tahun menyesuaikan penerapan UMK," jelasnya berdasarkan keterangan resmi, pada Rabu (03/03/2021).

Sedangkan untuk mendorong hal tersebut, lanjut Miyono, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan PPnBM  mobil dan rumah baru.

Tak hanya itu, untuk mendorong konsumsi masyarakat , pihaknya juga memberikan keringanan melalui penurunan suku bunga acuan disertai percepatan transmisi kebijakan moneter untuk suku bunga kredit perbankan serta kelonggaran uang muka kredit  properti dan kendaraan.

Sedangkan dari sisi volatile food, tekanan inflasi terjadi karena menurunnya pasokan akibat kombinasi dari masa tanam dan faktor cuaca.

"Komoditas volatile food yang mengalami inflasi paling tinggi yakni cabai rawit sebesar 10,5 persen. Kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi selama empat bulan berturut-turut dengan total kenaikan harga senilai 321 persen," ujarnya.

Sementara itu, pada kelompok administered prices mengalami deflasi, seiring menurunnya tarif transportasi udara sebesar 2,4 persen.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved