Nasional

Asosiasi Pelaku Industri Hiburan Indonesia Siap Dilibatkan Kampanye Vaksinasi Nasional

Reputasi dan pengalaman para pelaku usaha di bidang event dapat dimanfaatkan untuk merancang dan mengelola aktivasi kampanye vaksinasi.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
SHUTTERSTOCK/Orpheus FX
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah asosiasi pelaku industri hiburan di Indonesia siap dilibatkan untuk membantu pemerintah mengampanyekan program vaksinasi COVID-19 secara nasional.

Asosiasi tersebut diantaranya ada Jogja Festivals, Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Asosiasi Visual Jockey Indonesia (AVJI), Indonesian Artist Manager Association (Imarindo) dan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi)

Ada juga Forum Jazz Indonesia, Indonesian Event Industry Council (Ivendo), Forum Backstagers Indonesia, Solidaritas Pekerja Musik Indonesia (SPMI) dan Ikatan Pengusaha Jasa Musik Pernikahan Indonesia (Ipami).

Kemudian, Stage Management Community (Stamina), Federasi Serikat Musik Indonesia (Fesmi) dan Penata Cahaya Indonesia (Pecahin).

Baca juga: Pelaku Usaha Jasa Pariwisata Yogya Ikuti Vaksinasi Massal di Benteng Vredeburg

“Kami memiliki jejaring persona yang memiliki kapasitas mempengaruhi pengikutnya untuk menyukseskan kampanye vaksinasi nasional,” ungkap Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia, Rabu (3/3/2021).

Ia menjelaskan, pihaknya siap jika dilibatkan dalam program kampanye vaksinasi nasional.

Menurutnya, reputasi dan pengalaman para pelaku usaha di bidang event dapat dimanfaatkan untuk merancang dan mengelola aktivasi kampanye vaksinasi.

“Seiring makin berlimpahnya pasokan vaksin, padu-padan antara event kecil, sedang dan besar dengan agenda vaksinasi masyarakat menjadi mungkin direalisasikan bersama,” kata Anas yang merupakan Founder Prambanan Jazz Festival itu.

Dengan begitu, Anas berharap pemerintah mau memberi kepercayaan pada asosiasi hiburan untuk memutar lagi roda industri kreatif secara bertahap.

Menurutnya, setiap asosiasi siap melaksanakan CHSE dan mau diaudit setiap saat.

CHSE adalah penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) yang telah disiapkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Baca juga: ASITA DI Yogyakarta Harapkan Vaksinasi Dapat Pulihkan Sektor Wisata

“Reputasi kami selama ini terbentuk oleh kenyamanan dan keselamatan penonton saat menikmati apa pun bentuk dan skala kegiatan kami,” ucap Anas melanjutkan.

Maka dari itu, pihaknya menawarkan diri agar pemerintah mau memanfaatkan asosiasi pelaku industri hiburan untuk mendukung agenda pemerintah menuntaskan pandemi.

Ia menilai, sinergi pemerintah dan pelaku industri bisa membangkitkan ekonomi kreatif yang vakum setahun ini.

Anas kemudian menjelaskan bahwa hiburan memang penting, namun pihaknya sadar tak ada yang lebih penting selain keselamatan. 

“Kami memang ingin sektor ini bisa berjalan kembali, namun kami tahu tidak boleh egois sehingga wajib mengintegrasikan kerja-kerja kami dengan agenda penyelesaian pandemi,” paparnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved