Breaking News:

Jawa

58 Bidang Tanah di Dua Desa Klaten Terima Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo, Totalnya Rp51 Miliar

Seorang warga Desa Kahuman yang ikut menerima UGR tanah terdampak tol Yogyakarta - Solo mengaku menerima UGR sebesar Rp 1,5 miliar.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Suasana Proses pembayaran UGR tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Desa Kahuman, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 58 bidang tanah milik warga yang terdampak pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Desa Kahuman dan Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten menerima Uang Ganti Rugi (UGR) pembebasan tanah, Rabu (3/3/2021).

Adapun rinciannya, 53 bidang tanah proses UGR di Desa Kahuman, pembayaran 5 bidang tanah lainnya bagi warga Desa Kapungan.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan total UGR yang dibayarkan kepada 58 bidang tanah  di dua desa tersebut sebesar Rp51 miliar.

Baca juga: Pemilik 85 Bidang Tanah Terdampak Tol Yogya-Solo di Desa Sidoharjo Klaten Terima Uang Ganti Rugi

"Total ganti rugi yang kita serahkan pada hari ini sebesar Rp51 miliar. Rinciannya itu terbagi bagi 53 bidang di Desa Kahuman dan 5 bidang Desa Kapungan," ujarnya saat ditemui Tribunjogja.com di sela-sela pembayaran UGR di gedung serbaguna Balaidesa Kahuman, Rabu (3/3/2021).

Ia mengatakan, hingga sejauh ini, pihaknya telah melakukan pembayaran UGR bagi 6 enam yang terdampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo di Klaten.

"Enam desa ini merupakan tahap yang pertama dan akan ada empat desa lainnya pada pekan depan yang memasuki musyawarah penggantian tanah terdampak tol," imbuhnya.

Kemudian, kata Agung Taufik Hidayat, adapun empat desa yang bakal memasuki musyawarah penggantian tanah itu yakni, Desa Kuncen, Keprabon, Glagahwangi dan Kranggan.

Menurutnya, sejauh ini proses musyawarah penggantian tanah terdampak tol dan proses pembayaran UGR berjalan cukup lancar tanpa adanya hambatan.

Baca juga: BPN : Lahan Terdampak Tol Yogyakarta yang Tak Diketahui Pemiliknya Tak Bisa Diklaim Orang Lain

"Kalau prosesnya cukup lancar ya. Sebab hingga sekarang masih berjalan baik baik itu saat musyawarah hingga proses pembayaran UGR-nya," lanjutnya.

Sementara itu, Biyono, seorang warga Desa Kahuman yang ikut menerima UGR tanah terdampak tol Yogyakarta - Solo mengaku jika dirinya setuju dengan pembayaran UGR tersebut.

Biyono diketahui menerima UGR sebesar Rp 1,5 miliar.

"Uangnya akan saya gunakan untuk membeli tanah lagi. Tanah saya yang kena gusur tol seluas 2459 meter persegi. Nanti uang ganti ruginya untuk beli sawah lagi," ucapnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved