Breaking News:

Jawa

20 Bidang Tanah Kas Desa Kahuman Klaten Ikut Diterjang Pembangunan Tol Yogyakarta-Solo

Sebanyak 53 bidang tanah warga yang sebagian besarnya adalah lahan persawahan rampung dibayarkan uang ganti ruginya.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Proses pembayaran uang ganti rugi tanah warga yang terdampak tol Yogyakarta-Solo di Desa Kahuman, Kecamatam Polanharjo, Kabupaten Klaten, Rabu (3/3/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pembayaran Uang Ganti Rugi (UGR) tanah masyarakat terdampak jalan tol Yogyakarta-Solo di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten terus berlanjut.

Kali ini, sebanyak 53 bidang tanah warga yang sebagian besarnya adalah lahan persawahan rampung dibayarkan uang ganti ruginya.

Hanya saya, 20 bidang tanah kas desa (TKD) yang ikut diterjang oleh pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu belum menerima UGR.

"Kalau untuk tanah kas desa belum diganti karena baru proses pengajuan apraisal dulu," ujar Kepala Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Ida Andung pada Tribun Jogja, di sela-sela pembayaran UGR tersebut, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: 58 Bidang Tanah di Dua Desa Klaten Terima Ganti Rugi Tol Yogyakarta-Solo, Totalnya Rp51 Miliar

Diakui Ida Andung, untuk pembayaran UGR tanah kas desa memang dilakukan belakangam karena pembayaran tanah milik warga lebih didahulukan prosesnya.

Di sisi lain, Ida Andung mengatakan, jika pembayaran UGR terhadap 53 bidang tanah bagi warga desanya dilakukan pada dua sesi.

Hal itu karena menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan agar tidak muncul klaster COVID-19 saat pembayaran UGR tersebut.

"Pembayaran dibagi dua sesi. Pagi sekitar jam 08.00 dan sesi kedua pada siang hari sekitar pukul 13.00," ujarnya.

Baca juga: Pemilik 85 Bidang Tanah Terdampak Tol Yogya-Solo di Desa Sidoharjo Klaten Terima Uang Ganti Rugi

Ia menjelaskan, di Desa Kahuman, pembayaran UGR kali ini merupakan tahap yang ketiga.

Sebelumnya, juga telah dilakukan pembayaran UGR tahap pertama dan kedua.

"Yang pertama pembayaran UGR itu tanggal 23 Desember 2020 sejumlah 25 bidang. Lalu pada tahap kedua dilakukan pada 28 Januari 2021 sebanyak 23 lainnya. Ini yang tahap ketiga 53 bidang lainnya," urainya.

Ia menambahkan, di desa yang ia pimpin tersisa sekitar 5 bidang tanah milik warga yang belum di bayarkan karena masih tahap verifikasi. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved